Bali Fokus Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Digital Pasca Pandemi
Sumber Foto: NUSABALI.com
Teknologi

Bali Fokus Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Digital Pasca Pandemi

Isu Nasional - DENPASAR, NusaBali.com – Pemerintah Provinsi Bali mulai mendorong transformasi ekonomi menuju sektor ekonomi kreatif dan digital untuk mengurangi ketergantungan terhadap pariwisata, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali, I Made Artana, mengatakan sektor pariwisata selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Namun, pengalaman krisis global, termasuk pandemi COVID-19, menunjukkan industri ini sangat sensitif terhadap berbagai guncangan eksternal.

“Industri pariwisata sangat sensitif. Kita sudah belajar dari pandemi dan ke depan dinamika global seperti konflik geopolitik juga bisa berdampak pada pariwisata Bali,” ujar Artana saat Roadshow Pusat Inovasi Digital Indonesia di Universitas Warmadewa Denpasar, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, ekonomi kreatif dan digital memiliki potensi besar menjadi mesin pertumbuhan baru. Bali bahkan telah menjadi destinasi favorit pekerja digital global atau digital nomad, sehingga ekosistem digital lokal memiliki peluang untuk berkembang pesat.

“Orang dari berbagai negara bekerja dari Bali, menjalankan bisnis, membuat inovasi, dan menciptakan nilai dari sini. Pertanyaannya, apakah kita hanya menjadi penonton atau ikut menciptakan solusi digital itu sendiri,” tegas Artana.

Dari sisi infrastruktur, Bali sudah cukup siap. Kualitas jaringan internet menempati posisi kedua di Indonesia setelah Jakarta, mendukung ekosistem kreatif yang berkembang. Namun, Artana menekankan bahwa inovasi digital harus diwujudkan menjadi solusi nyata yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Untuk memperkuat pengembangan ekonomi digital, Pemprov Bali tengah menyiapkan pembentukan lembaga khusus yang menangani sektor ekonomi kreatif dan digital, serta menyusun regulasi daerah sebagai payung hukum. Bali juga rutin menyelenggarakan Bali Digital Festival, melibatkan komunitas kreatif dan startup teknologi, sebagai ajang kolaborasi dan inovasi.

Melalui program Pusat Inovasi Digital Indonesia, generasi muda didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi digital. Program ini menyediakan pelatihan, mentoring, pengembangan talenta, dan kompetisi inovasi dengan total hadiah hingga Rp1,4 miliar bagi peserta terbaik.

Artana mengajak generasi muda Bali untuk aktif berpartisipasi. “Semua peserta memiliki peluang yang sama, dari Bali, Jakarta, atau Surabaya, untuk berkembang. Inovasi tidak harus dimulai dari kesempurnaan; yang penting mulai dulu agar bisa menjadi hebat,” ujarnya. *may