BRIN Siapkan Peta Jalan Riset 2026–2045, Fokus pada Pangan hingga Kecerdasan Buatan
Sumber Foto: VOI.id
Peta Isu

BRIN Siapkan Peta Jalan Riset 2026–2045, Fokus pada Pangan hingga Kecerdasan Buatan

Isu Nasional - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sedang menyusun peta jalan riset Indonesia untuk periode 2026–2045. Dokumen ini bertujuan untuk menjadi panduan arah riset nasional selama dua dekade mendatang.

Awal Kejadian

Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa peta jalan ini disusun secara kolaboratif dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Rencananya, peluncuran dokumen tersebut akan dilakukan pada bulan Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Teknologi.

Perkembangan

Arif menjelaskan bahwa peta jalan ini akan digunakan untuk memperjelas tema-tema riset yang diperlukan, yang selanjutnya dapat membentuk kelompok riset untuk mengawal bidang-bidang strategis. Fokus riset BRIN saat ini mengacu pada program prioritas yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, mencakup sektor pangan, energi, lingkungan, air, kesehatan, perumahan, dan industri strategis.

BRIN juga akan memberikan perhatian khusus pada industri antariksa, nuklir, semikonduktor, komputer, kecerdasan buatan (AI), serta omicscience, yang merupakan pendekatan riset untuk membaca data biologis dalam skala besar. Dalam konteks pangan, pendekatan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan produk berbasis informasi genetik. Arif menekankan bahwa meskipun fokus pada teknologi maju, riset juga akan mencakup teknologi menengah dan teknologi tepat guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi Terakhir

Arif menegaskan pentingnya sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi untuk menghindari tumpang tindih dalam riset. Selain itu, peta jalan riset ini akan menjadi dasar untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai pembentukan Satgas Akademisi. Pada aspek pendanaan, BRIN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan melakukan kolaborasi. Dengan peta jalan ini, pemerintah berharap riset dapat mendukung program prioritas, mulai dari pangan, energi, hingga teknologi maju seperti AI, nuklir, semikonduktor, dan antariksa.