Bank Indonesia Gelar PIDI Digdaya x Hackathon 2026 untuk Kembangkan Talenta Digital
Sumber Foto: Balinetizen
Teknologi

Bank Indonesia Gelar PIDI Digdaya x Hackathon 2026 untuk Kembangkan Talenta Digital

Isu Nasional - Balinetizen.com, Denpasar

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali menggelar roadshow program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – Digdaya x Hackathon 2026 di Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa, Denpasar, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan menjaring talenta digital muda agar berkontribusi dalam menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada tahun 2026, program PIDI mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital.”

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang teknologi dan inovasi digital. Di antaranya Aldila Liris Prasanti, Business Development Superview Baliola yang merupakan juara Hackathon 2025, serta Ruanth Chrisley Thyssen, Design Mentor Apple Developer Academy yang memaparkan perkembangan tren teknologi global serta strategi pengembangan talenta digital.

Selain itu, Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia juga menyampaikan sosialisasi mengenai pelaksanaan program PIDI tahun 2026.

Rektor Universitas Warmadewa yang diwakili Direktur Direktorat Kerjasama, Humas dan Kemahasiswaan Dr. Agus Darma Yoga Pratama menyambut positif penyelenggaraan roadshow tersebut.

Ia menegaskan Universitas Warmadewa berkomitmen mendukung pengembangan talenta digital dan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi inovasi teknologi.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dalam menghadapi tantangan era digital yang membutuhkan kolaborasi dan inovasi lintas sektor.

Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Indra Gunawan Sutarto dalam sambutannya menjelaskan sejumlah strategi yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi ekonomi di Bali.

Beberapa program tersebut di antaranya melalui Bali Digital Innovation (Baligivation) yang mencakup digitalisasi pasar dan pariwisata, program QRIS Jelajah Indonesia, serta QRIS Summer Run yang merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional.

Menurut Indra, program PIDI Digdaya x Hackathon 2026 dirancang untuk mengakselerasi lahirnya berbagai solusi digital, memperluas inklusi keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Melalui PIDI, Bank Indonesia ingin membangun ekosistem agar talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Greis Dewi Roma Ito Simamora menjelaskan teknis pendaftaran dan manfaat mengikuti kompetisi tersebut.

Peserta dari seluruh Indonesia akan diseleksi hingga 800 tim untuk mengikuti pelatihan awal. Dari jumlah tersebut akan dipilih 80 tim finalis yang berkesempatan mempersiapkan proyek inovasi mereka.

Para finalis akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti mentoring, job fair, business matching, serta kesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik.

Pendaftaran proposal inovasi dapat dilakukan melalui situs resmi www.pidi.id⁠ yang dibuka hingga 27 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kelompok Ahli Percepatan Pembangunan Bali, Dr. Made Artana, juga memberikan motivasi kepada para peserta.

Ia menekankan bahwa Bali membutuhkan mesin pertumbuhan ekonomi baru berbasis kreativitas, talenta digital, serta inovasi teknologi guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor pariwisata.

“Melalui PIDI Digdaya x Hackathon ini diharapkan lahir inovator Bali yang mampu mengubah tantangan menjadi ide inovatif sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif menuju Bali sebagai Pulau Digital,” jelasnya.

Untuk menambah motivasi peserta, Aldila Liris Prasanti juga membagikan pengalaman dan tips dalam menyusun inovasi teknologi yang terstruktur dan tervalidasi.

Ia menekankan pentingnya pengembangan produk digital yang memiliki solusi nyata bagi masyarakat, termasuk pemanfaatan teknologi blockchain dalam menciptakan produk inovatif yang kompetitif.

Sementara itu, perwakilan Apple Developer Academy turut memaparkan tren teknologi global serta upaya pengembangan talenta digital di Indonesia.

Roadshow PIDI Digdaya x Hackathon di Bali diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang hadir secara langsung, terdiri dari mahasiswa, praktisi profesional, perbankan, serta pelaku UMKM digital.

Selain itu, sekitar 260 peserta dari wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Balinusra) turut mengikuti kegiatan secara daring.