BI Bali Dorong Digitalisasi untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6 Persen
Isu Nasional - DENPASAR, NusaBali.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendorong percepatan digitalisasi dan inovasi teknologi sebagai strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali agar mampu melampaui angka 6 persen.
Direktur Kantor Perwakilan BI Bali, Indra Gunawan Sutarto, mengatakan perekonomian Bali pada 2025 tercatat tumbuh sekitar 5,8 persen. Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan menempatkan Bali pada posisi kelima secara nasional.
“Pertumbuhan ini didukung inflasi yang relatif terkendali di kisaran 2,90 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bali cukup berkualitas, tinggi tetapi harga tetap stabil,” ujarnya saat kegiatan Roadshow Sosialisasi Pusat Inovasi Digital Indonesia di Kampus Universitas Warmadewa, Kamis (12/3/2026).
Meski demikian, Indra meyakini potensi pertumbuhan Bali masih bisa lebih tinggi. Secara historis, Bali pernah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen sebelum 2018. “Pertumbuhan 5,8 persen ini sebenarnya masih bisa kita dorong lebih tinggi lagi, bahkan bisa kembali di atas 6 persen,” kata Indra.
Menurut Indra, pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Digitalisasi mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi, sehingga mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Berbagai penelitian empiris juga mendukung hal ini.
Sejak 2019, BI telah mendorong program digitalisasi nasional, termasuk di Bali. Program tersebut meliputi penguatan ekosistem pembayaran digital, pengembangan ekonomi digital, serta digitalisasi UMKM.
Di Bali, BI menggelar berbagai kegiatan untuk memperluas penggunaan sistem pembayaran digital berbasis QRIS, termasuk melalui event Bali Givation, Pekan QRIS Nasional, dan QRIS Jelajah Indonesia. Program ini mendorong pelaku UMKM memanfaatkan QRIS agar transaksi lebih efisien dan transparan.
Selain itu, BI juga mendorong penggunaan QRIS oleh wisatawan mancanegara melalui skema QRIS cross-border. Dengan sistem ini, wisatawan dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang dapat membayar di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.
“Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia sudah sangat baik dan semakin terintegrasi secara internasional,” jelas Indra, menegaskan peran digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. *may




