Inovasi SIKLUS Tingkatkan Partisipasi Posyandu Lewat Teknologi Digital
Sumber Foto: Malang Posco Media
Teknologi

Inovasi SIKLUS Tingkatkan Partisipasi Posyandu Lewat Teknologi Digital

Isu Nasional - MALANG POSCO MEDIA, MALANG – UPT Puskesmas Sitiarjo menghadirkan inovasi digital bernama SIKLUS (Sistem Informasi dan Komunikasi Pelayanan Posyandu Sitiarjo) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu serta memperkuat penyampaian informasi kesehatan kepada warga. Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi WhatsApp Blast yang memungkinkan petugas kesehatan mengirimkan informasi secara cepat dan terstruktur langsung ke ponsel masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Sitiarjo Ariek Kristiyanti, S.Tr.Keb., menjelaskan, SIKLUS lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Selama ini informasi terkait Posyandu masih banyak disampaikan melalui papan pengumuman atau pemberitahuan lisan yang tidak selalu sampai kepada seluruh warga.

Akibatnya, masih banyak orang tua yang lupa jadwal Posyandu, tidak mengetahui hasil penimbangan anak, hingga kurang mendapatkan edukasi kesehatan secara rutin.

“Inovasi ini kami hadirkan agar tidak ada lagi warga yang tertinggal informasi. Melalui SIKLUS, layanan kesehatan bisa hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

SIKLUS mulai dirintis sejak pertengahan tahun 2025. Pada tahap awal, Puskesmas melakukan pemetaan kebutuhan komunikasi masyarakat, uji coba sistem WhatsApp Blast, serta penyusunan alur layanan digital yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu.

Melalui sistem ini, Puskesmas dapat mengirimkan berbagai informasi penting kepada masyarakat, mulai dari pengingat jadwal Posyandu, hasil penimbangan balita, status gizi anak, hingga edukasi kesehatan secara berkala.

Pendekatan digital ini terbukti efektif karena hampir seluruh keluarga di Desa Sitiarjo telah menggunakan aplikasi WhatsApp dalam aktivitas sehari-hari. Sejak diterapkan, SIKLUS mulai menunjukkan dampak positif. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu meningkat signifikan, karena orang tua menerima pengingat jadwal secara langsung di ponsel mereka.

“Para kader Posyandu juga merasakan manfaatnya. Koordinasi menjadi lebih mudah dan penyebaran informasi kepada warga bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” sebutnya.

Selain meningkatkan kehadiran masyarakat di Posyandu, sistem ini juga memperkuat literasi kesehatan melalui konten edukasi yang dikirim secara rutin kepada keluarga sasaran. Dengan komunikasi yang lebih intens dan responsif, hubungan antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan semakin kuat.

Ariek menilai inovasi sederhana berbasis teknologi ini mampu memberikan dampak besar dalam memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. (ley/jon)

-Advertisement-