RMIT Vietnam Tawarkan 65 Beasiswa PhD untuk Dukung Inovasi Digital
Sumber Foto: Vietnam.vn
Teknologi

RMIT Vietnam Tawarkan 65 Beasiswa PhD untuk Dukung Inovasi Digital

Isu Nasional - Menurut RMIT University Vietnam, mahasiswa doktoral yang diterima akan berpartisipasi dalam 18 program pelatihan di tiga fakultas. Secara spesifik, Fakultas Bisnis memiliki 29 mahasiswa doktoral, Fakultas Sains, Teknik dan Teknologi memiliki 28 mahasiswa doktoral, dan Fakultas Komunikasi dan Desain memiliki 8 mahasiswa doktoral.

Bidang penelitian mencakup bisnis, teknologi, dan inovasi hingga pembangunan berkelanjutan dan industri kreatif. Bidang-bidang ini dianggap penting dalam pembangunan sosial -ekonomi, terutama dalam konteks Vietnam yang mempromosikan transformasi digital dan inovasi dalam model pertumbuhannya, sebagaimana diuraikan dalam Resolusi Pemerintah 57-NQ/TW.

Profesor Scott Thompson-Whiteside, Direktur Jenderal Universitas RMIT Vietnam, mengatakan: “Tahun ini adalah tahun di mana kami berinvestasi lebih besar dari sebelumnya, tidak hanya untuk masa depan mahasiswa riset kami tetapi juga untuk masa depan Vietnam.”

Menurut Scott Thompson-Whiteside, investasi dalam pelatihan doktoral berkontribusi pada pembentukan tim peneliti, ahli, dan inovator yang mampu menciptakan solusi praktis untuk melayani pembangunan sosial-ekonomi.

Berdasarkan hasil tahun 2025, Universitas RMIT Vietnam mengumumkan bahwa mereka akan terus menawarkan 65 beasiswa PhD pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, enam beasiswa telah menemukan kandidat yang sesuai.

Universitas tersebut menyatakan bahwa mereka akan terus memprioritaskan bidang penelitian yang memiliki kepentingan strategis bagi Vietnam dan kawasan Asia-Pasifik, sekaligus memperkuat hubungan antara kegiatan penelitian dan kebutuhan praktis.

Salah satu pendekatan yang diusulkan adalah mengembangkan model program doktoral yang berkolaborasi dengan dunia usaha. Dalam model ini, mahasiswa doktoral dapat berpartisipasi dalam proyek penelitian yang terkait dengan praktik produksi dan bisnis di dunia nyata, sehingga meningkatkan penerapan temuan penelitian mereka.

Selain itu, program magang untuk mahasiswa pascasarjana juga dilaksanakan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja di organisasi dalam dan internasional selama periode 3 hingga 6 bulan.

Menurut RMIT University Vietnam, beberapa mahasiswa pascasarjananya telah berpartisipasi dalam program akademik internasional, termasuk Program Beasiswa Fulbright di Amerika Serikat, serta kegiatan pertukaran profesional dengan mitra internasional dan badan pengatur.

Universitas menyadari bahwa, dalam konteks Vietnam yang mempromosikan pertumbuhan berbasis inovasi dan transformasi digital, permintaan akan tenaga peneliti yang berkualifikasi tinggi akan terus meningkat. Investasi dalam pelatihan doktoral dipandang sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas penelitian, sekaligus berkontribusi pada pembuatan kebijakan dan pembangunan sosial-ekonomi.