AHY Serukan Upaya Cegah Konflik Timur Tengah Menjadi Perang Dunia III
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

AHY Serukan Upaya Cegah Konflik Timur Tengah Menjadi Perang Dunia III

Isu Nasional - JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap konflik yang terjadi di Timur Tengah tidak berkembang menjadi perang yang lebih besar, apalagi hingga memicu Perang Dunia III.

Dia menegaskan bahwa semua pihak harus berupaya mencegah eskalasi konflik agar tidak meluas menjadi perang yang lebih dahsyat.

“Bapak Ibu sekalian, tentu kita semua tidak ingin Timur Tengah kemudian menjadi flashpoint yang bisa mengarah ke perang yang lebih dahsyat, apalagi menuju Perang Dunia Ketiga. Kita harus sekuat tenaga untuk bisa mencegah terjadinya itu,” ujar AHY dalam acara buka puasa bersama Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/3/2026) malam.

Hal itu disampaikan AHY saat menyoroti Ramadhan tahun ini yang datang dalam situasi dunia yang tidak baik-baik saja.

Pasalnya, terjadi konflik dan peperangan di berbagai belahan dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.

AHY menilai, bulan suci yang seharusnya menjadi momentum untuk saling memaafkan justru diwarnai pertikaian.

Menurut dia, kondisi tersebut sangat memprihatinkan.

“Ramadhan yang sejatinya membuka pintu untuk saling memaafkan, kemudian menjadi pintu saling menghancurkan. Ramadhan yang seharusnya menghadirkan ketenangan batin, justru dibayangi dengan rasa cemas, uncertainty, dan juga duka yang mendalam. Tentu ini sangat memprihatinkan,” kata dia.

AHY memastikan bahwa doa dan perhatian masyarakat Indonesia selalu tertuju kepada para korban konflik dan masyarakat yang berada di wilayah peperangan.

“ But rest assured, our hearts, our minds, and our prayers are always with our brothers and sisters in the conflict areas and warring zones (Namun yakinlah, hati, pikiran, dan doa kami selalu bersama saudara-saudari kami di daerah konflik dan zona perang).Selalu dalam doa dan ikhtiar kita untuk bisa menghadirkan solusi yang terbaik,” pungkasnya.

Perang Iran vs AS dan Israel

Sebagai informasi, Israel dilaporkan menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

Laporan Associated Press menyebutkan serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Amerika Serikat disebut turut terlibat dalam serangan tersebut berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi itu.

Kantor berita Tasnim dan Fars kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei.

Hingga kini, saling serang masih berkecamuk dan meluas ke kawasan regional Timur Tengah.