Sumber Foto: Smart Newsroom
Kata Media
Analisis LSI: Enam Parpol Perlu Usaha Ekstra di Pileg
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA baru saja merilis hasil survei yang menunjukkan dinamika menarik dalam dunia politik menjelang Pemilu 2019. Meskipun ada tantangan, enam partai politik memiliki kesempatan untuk melakukan inovasi dan strategi baru agar dapat lolos Parliamentary Threshold (PT) 4 persen.
"Enam parpol memiliki potensi untuk meningkatkan elektabilitas mereka dengan langkah-langkah kreatif dan inovatif, seperti Hanura, PBB, PSI, Berkarya, Garuda, dan PKPI, yang saat ini berada dalam rentang elektabilitas yang bervariasi," ujar peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman di Kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Sabtu, (13/4).
Langkah-langkah inovatif yang dimaksud adalah usaha lebih dari sekadar cara konvensional, yang dapat membuka peluang baru bagi partai-partai ini untuk menarik perhatian pemilih.
"Dengan strategi yang tepat, enam partai ini memiliki peluang untuk bersaing di Pileg 2019," tambah Ikrama.
Selain itu, survei yang melibatkan 2.000 responden ini juga menunjukkan bahwa lima partai lainnya, yaitu PKS, NasDem, Perindo, PPP, dan PAN, meskipun berada di bawah angka empat persen, masih memiliki potensi untuk meningkatkan dukungan pemilih.
"PKS, NasDem, PAN, PPP, dan Perindo menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk lolos, dengan upaya yang tepat," jelas Ikrama.
Di sisi lain, lima partai yang diprediksi LSI Denny JA memiliki peluang besar untuk melenggang ke Senayan adalah PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PKB. PDIP saat ini menunjukkan elektabilitas yang kuat, berkisar antara 26,7 sampai 31,1 persen, yang menunjukkan dukungan yang solid dari pemilih.
"PDIP berada di posisi terdepan dengan perolehan suara yang menjanjikan, dan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap partai tersebut," tutup Ikrama.
Survei ini dilakukan pada tanggal 4 sampai 9 April 2019 dengan metode multistage random sampling. Selain itu, kumparan akan menayangkan live streaming debat terakhir Pilpres 2019 pada Sabtu (13/4) dengan tema ‘Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri’ yang dapat disaksikan di semua platform kumparan atau melalui channel Youtube kumparan.



