Apresiasi Inovasi Digital dan Zero Waste di SD Toddopuli I oleh Melinda Aksa
Sumber Foto: Pemerintah Kota Makassar
Teknologi

Apresiasi Inovasi Digital dan Zero Waste di SD Toddopuli I oleh Melinda Aksa

Isu Nasional - MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang digagas SD Toddopuli I saat menerima audiensi Plt. Kepala Sekolah, Suzan, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (4/3/2026).

Menurut Melinda, langkah-langkah kreatif yang diinisiasi pihak sekolah menunjukkan bahwa gerakan perubahan bisa dimulai dari lingkungan pendidikan.

“Inovasi-inovasinya sangat baik. Mudah-mudahan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat untuk semua. Jika ini diperkuat dengan kolaborasi, saya yakin dampaknya akan jauh lebih baik,” ujar Melinda.

Ia juga menilai pendekatan yang memadukan pendidikan karakter, digitalisasi, dan kepedulian lingkungan merupakan langkah strategis dalam mendukung program Makassar Bebas Sampah 2029. Melinda berharap inovasi tersebut tidak hanya menjadi program internal sekolah, tetapi dapat direplikasi di sekolah lain.

“Sekolah adalah tempat terbaik membangun kebiasaan. Ketika anak-anak sudah terbiasa peduli lingkungan dan disiplin sejak dini, itu akan menjadi karakter yang terbawa sampai dewasa,” tambahnya.

Sementara itu, Suzan memaparkan komitmennya untuk menjadikan SD Toddopuli I sebagai sekolah digital pertama di Makassar.

Ia memperkenalkan program MEKAR (Menghargai Karya Anak) sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa sekaligus sarana pembentukan karakter positif.

Suzan juga menjelaskan praktik pembuatan eco enzyme sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah organik di sekolah.

Inovasi lainnya adalah Robot “SUZAN” yang akan dihadirkan untuk mendukung peningkatan karakter peserta didik, seperti memperkuat sopan santun dan budaya anak didik, seperti salam, tabe’ dan salamakki’.

“Kami ingin membangun kebiasaan baik yang konsisten dengan memanfaatkan teknologi. Anak-anak belajar disiplin, peduli, dan berbagi,” jelas Suzan. Ia mengakui masih terdapat tantangan teknis pada perangkat robot yang terkadang mengalami kendala.

Dalam mendukung program Makassar Bebas Sampah 2029, Suzan turut memperkenalkan alat Zero Waste yang mengombinasikan sistem robotik dan rencana integrasi teknologi kecerdasan buatan, serta menggagas ATM Sampah Botol sebagai solusi pengumpulan sampah plastik di lingkungan sekolah.