BEI Pastikan Status Indonesia Tetap di Kategori Emerging Market
Sumber Foto: KalderaNews
Indeks Isu

BEI Pastikan Status Indonesia Tetap di Kategori Emerging Market

Isu Nasional - Pasar modal Indonesia mengalami volatilitas yang tinggi, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan lebih dari 30% sejak awal tahun. Di tengah situasi ini, beredar rumor bahwa status pasar modal Indonesia diturunkan dari Emerging Market menjadi Frontier Market oleh MSCI, yang segera dibantah oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Awal Kejadian

Per penutupan pasar pada Kamis, 4 Juni 2026, IHSG mengalami penurunan tajam yang dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp57,63 triliun. Rumor mengenai penurunan status Indonesia beredar melalui tangkapan layar yang mengklaim adanya pengumuman resmi dari MSCI.

Perkembangan

Menanggapi isu tersebut, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa informasi mengenai downgrade status Indonesia adalah hoaks dan tidak berasal dari rilis resmi MSCI. Ia menegaskan bahwa Indonesia masih berada di kategori Emerging Market bersama negara-negara seperti China, India, dan Malaysia. Selain itu, Founder Republik Investor, Hendra Wardana, juga membantah rumor yang beredar dan menegaskan bahwa Indonesia tetap berada di kelompok Emerging Market.

Kondisi Terakhir

Walaupun status pasar Indonesia aman, pelaku pasar mencatat adanya tekanan akibat hasil rebalancing MSCI yang mengeluarkan enam saham domestik dari MSCI Global Standard Index. BEI dan OJK sedang melaksanakan reformasi pasar modal untuk meningkatkan kepercayaan investor, termasuk peningkatan transparansi dan penyediaan informasi yang lebih baik. Investor kini menantikan dua agenda penting dari MSCI yang akan memengaruhi arah pasar selanjutnya: Global Market Accessibility Review dan Annual Market Classification Review. Dalam situasi ini, pelaku pasar diimbau untuk tetap tenang dan cermat dalam melakukan investasi.