Dino Patti Jalal: Rencana Mediasi Prabowo dalam Konflik AS-Israel-Iran Tidak Realistis
Sumber Foto: Islami[dot]co
Internasional

Dino Patti Jalal: Rencana Mediasi Prabowo dalam Konflik AS-Israel-Iran Tidak Realistis

Dino menyebut ide mediasi Prabowo dalam konflik AS-Israel-Iran “tidak realistis” dan “mengejutkan”.

Mantan Wakil Menteri Luar Luar Negeri dan diplomat senior Indonesia, Dino Patti Jalal, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik tajam terhadap respons pemerintah Indonesia atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Berbicara dari London, Dino menyebut serangan yang terjadi di bulan Ramadan ini sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap suasana batin dunia Islam. Ia juga memperingatkan bahwa konflik ini bukan sekadar upaya penghentian program nuklir, melainkan operasi besar untuk menumbangkan pemerintahan di Teheran.

Dino menilai serangan ini akan memicu guncangan hebat di luar wilayah Iran karena jaringan politik dan militer Teheran yang luas di Timur Tengah. Ia memperingatkan risiko intervensi “ugal-ugalan” ini terhadap hukum internasional.

“Jika intervensi seperti ini dinormalisasi, dunia akan segera terjerumus ke dalam Perang Dunia Ketiga. Kita harus jelas: dalam konteks ini, Iran adalah pihak yang diserang, bukan penyerang,” tegas Dino.

Ia juga menyoroti adanya tren berbahaya di bawah kepemimpinan Donald Trump yang cenderung menyelesaikan perselisihan lewat jalur kekerasan ketimbang diplomasi.

Kritik Pedas terhadap Rencana Mediasi Prabowo

Menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri bahwa Presiden Prabowo Subianto siap terbang ke Teheran sebagai penengah, Dino menyebut ide tersebut “tidak realistis” dan “mengherankan”. Ia memaparkan empat alasan utama: Pertama, Ego Superpower: Amerika Serikat, terutama di bawah Trump yang sedang “gelap mata”, jarang menerima mediasi pihak ketiga dalam operasi militer.

Kedua, Kurangnya Kedekatan Diplomatik: Dalam 15 bulan terakhir, tidak ada pertemuan bilateral signifikan antara Presiden Prabowo dengan pemimpin Iran, termasuk absennya kunjungan ke Teheran meski ada undangan.

Ketiga, Logistik Diplomatik yang Mustahil: Tidak mungkin pihak penyerang (Trump atau Menlu Marco Rubio) bersedia bertemu di Teheran.

Keempat, Risiko Politik Domestik: Mediasi mengharuskan pertemuan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu. Dino menyebut hal ini sebagai “political suicide” (bunuh diri politik) bagi Prabowo di dalam negeri.

Alih-alih menjadi juru damai yang dianggap tidak mungkin, Dino mendesak pemerintah untuk bersikap lugas dan berani menyatakan yang benar dan salah. Ia menyarankan langkah diplomasi yang konkret dan berisiko:

“Saya menganjurkan Presiden Prabowo menulis surat kepada Presiden Trump untuk menangguhkan pengiriman pasukan perdamaian (International Stabilization Force) ke Gaza sambil mengkaji ulang situasi di Timur Tengah,” terangnya.

Langkah ini dianggap penting agar pasukan Indonesia tidak terjebak di bawah komando AS atau kendali Donald Trump (sebagai Ketua Board of Peace) di tengah situasi yang tidak terprediksi.

Konsistensi Politik Bebas Aktif

Dino mengingatkan bahwa sejarah mencatat Indonesia pernah berani berbeda pendapat dengan AS, mulai dari invasi Irak hingga hukum laut PBB. Menurutnya, berdaulat secara politik jauh lebih penting daripada sekadar mencari validasi dari Gedung Putih.

“Berbeda pendapat tidak berarti bermusuhan. Bermitra tidak berarti kita nurut atau tunduk. Validasi sejarah jauh lebih penting daripada validasi dari Gedung Putih,” pungkasnya.

M Alvin Nur Choironi

Direktur Kreatif Islamidotco, Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Topik:

Ali Khamenei Iran Israel

Dukung Jurnalisme Independen

islami.co dihidupi oleh jaringan penulis, videomaker dan tim editor yang butuh dukungan untuk bisa memproduksi konten secara rutin. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kerja-kerja kami dalam memproduksi artikel, video atau infografis yang mengedukasi publik dengan ajaran Islam yang ramah, toleran dan mencerahkan, kami akan sangat berterima kasih karenanya. Sebab itu sangat membantu dan meringankan.

Donasi Sekarang

Baca Juga

Kolom Intrik Globalisasi dalam Agresi Militer AS ke Iran

Pakar Donald Trump Salah Baca Islam Indonesia

Kolom Mengapa Ada Kelompok Beragama yang Sulit Bersimpati Pada Iran?

Kolom Iran dan Dunia Islam yang Kehilangan Pusat Politik

Kolom Pedagang Eceran dan Bayang-Bayang Propaganda Agen Rahasia