Dosen FISIP UMJ Bahas Respons Dunia Arab Terhadap Konflik Palestina-Israel di BRIN
Dosen FISIP UMJ Dr. Asep Setiawan memberikan materi pada Seminar Refleksi Dua Tahun Serangan Israel-Hamas: Membangun Solusi Perdamaian Berkelanjutan di Pusat Riset Politik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (07/10/2025)(Foto: dok.pribadi)
230
Dosen Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) Dr. Asep Setiawan Bahas Respon Dunia Arab Terhadap Konflik Palestina Israel pada Seminar yang berlangsung di Pusat Riset Politik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Selasa (07/10/2025).
Baca juga: Ilkom FISIP UMJ Gelar Communi Playground Untuk Kenalkan Konsentrasi ke Mahasiswa Baru
Kegiatan ini mengangkat tema Refleksi Dua Tahun Serangan Israel-Hamas: Membangun Solusi Perdamaian Berkelanjutan di Pusat Riset Politik. Dalam pemaparannya Asep menjelaskan terjadinya polarisasi di dunia Arab untuk merespons fenomena konflik dan genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
”Respons Arab terhadap konflik ini mencerminkan pergeseran paradigma: dari retorika solidaritas menjadi diplomasi pragmatis,” ujarnya.
Asep juga menjelaskan bahwa Arab Saudi berusaha tampil sebagai pusat diplomasi negara-negara Arab dengan pendekatan institusional, membentuk Global Alliance for Two-State Solution dan mengalokasikan miliaran dolar untuk bantuan kemanusiaan. Akan tetapi, peran Saudi ini kalah dengan insiatif perdamaian Qatar yang berkali kali berperan menjadi mediator.
”Bahkan dalam upaya mediasi ini, Qatar sempat diserang oleh Israel. Qatar juga berhasil melakukan upaya pertukaran sandera dengan tahanan meskipun tidak berlangsung lama,” jelas Asep.
Lebih lanjut asep menjelaskan bahwa lebih jauh lagi negara-negara Arab khususnya di Dewan Kerjasama Teluk (GCC) terjadi polarisasi dalam membantu menciptakan Perdamaian di Gaza Palestina. ”Perbedaan sikap terhadap Hamas menimbulkan fragmentasi internal di Gulf Cooperation Council (GCC). Polarisasi ini menguji batas solidaritas Arab antara idealisme Islamisme dan realitas politik pragmatis, ” tambah Asep.
Ia juga berbagi cerita bahwa dirinya pernah langsung melakukan kunjungan ke Gaza dan Tepi Barat Palestina, menyaksikan langsung pendudukan Israel dan pengusiran warga Palestina di Tepi Barat.
Lebih lanjut Asep mengatakan dunia harus mendukung adanya solusi dua negara melalui kerjasama kawasan dan PBB. Penyerangan Israel terhadap warga Gaza yang sejak Oktober 2023 telah menelan korban lebih dari 65 ribu orang dan kerusakan masif di Gaza.
Seminar ini merupakan kerjasama antara BRIN, Universitas Prof. Dr Moestopo dan The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES).
Editor : Dian Fauzalia
Tag: Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN, Diktisaintek Berdampak, DOSEN, Dosen FISIP UMJ, Dunia Arab, FISIP UMJ, Kampus berdampak, Kampus Islam, palestina, Palestina-Israel, Seminar, UMJ, UMJ Berdampak, Universitas Muhammadiyah Jakarta
Related Images:




