Hoppers: Petualangan Mabel dalam Melawan Ancaman Alam
Isu Nasional - Hoppers siap mengudara di bioskop Indonesia mulai 4 Maret 2026. Film animasi produksi Walt Disney Pictures bersama Pixar Animation Studios ini menyajikan kisah petualangan tidak biasa dengan menggabungkan komedi, aksi, dan drama emosional.
Di balik visualnya yang cerah dan karakter yang menggemaskan, film garapan sutradara Daniel Chong tersebut menghadirkan kisah tentang hubungan manusia dan alam yang merefleksikan empati, keseimbangan ekosistem, dan konsekuensi dari campur tangan manusia.
Premis yang demikian semakin menarik dengan kehadiran sederet pengisi suara berbakat, di antaranya Piper Curda, Bobby Moynihan, Jon Hamm, Kathy Najimy, dan Dave Franco. Lantas, kisah seperti apa yang bakal disajikan dalam film berdurasi 104 menit ini? Berikut sinopsisnya:
Sinopsis Hoppers
Hoppers mengikuti kisah Mabel Tanaka, seorang gadis berusia 19 tahun yang punya kedekatan khusus dengan alam sejak kecil. Terutama, pada kawasan hutan yang menjadi habitat koloni berang-berang tempat ia sering menghabiskan waktu bersama neneknya.
Ketenangan hidup Mabel mulai terusik ketika hutan tersebut terancam proyek pembangunan infrastruktur. Di tengah kekhawatiran itu, ia mendapat kesempatan mencoba teknologi bernama Hoppers, sebuah sistem yang memungkinkan kesadaran manusia dipindahkan ke tubuh lain.
Dalam eksperimen tersebut, kesadaran Mabel ditempatkan ke dalam robot berang-berang yang dirancang menyerupai hewan asli. Lewat wujud barunya itu, ia dapat menyusup ke komunitas satwa dan menjelajahi dunia hewan tanpa dicurigai.
Petualangan ini membawa Mabel pada pengalaman yang berada di luar imajinasinya. Ia tidak hanya bisa berkomunikasi langsung dengan hewan, tetapi juga memahami struktur sosial, kepemimpinan, hingga konflik yang terjadi di antara mereka.
Namun, keterlibatan Mabel dalam kehidupan satwa memunculkan konsekuensi tidak terduga. Padahal, para periset yang menciptakan teknologi tersebut telah memperingatkan agar ia tidak mengganggu keseimbangan alam.
Alih-alih mundur, Mabel justru terdorong untuk mengajak hewan-hewan melawan ancaman pembangunan yang dianggap merusak habitat mereka. Keputusan itu memicu konflik yang semakin meluas, baik di kalangan satwa maupun antara manusia dan alam.




