IHSG Anjlok 2,82 Persen ke Level 6.969 Akibat Isu Kenaikan Royalti Tambang
Isu Nasional - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 2,82 persen atau 204,92 poin, mencapai level 6.969,39 pada penutupan perdagangan akhir pekan.
Awal Kejadian
Kejatuhan IHSG dipicu oleh kepanikan investor menyusul rencana pemerintah untuk merevisi tarif royalti sektor pertambangan. Sentimen negatif ini berdampak langsung pada sektor material dasar dan pertambangan, yang mengalami penurunan signifikan.
Perkembangan
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa sektor material dasar mencatat penurunan terdalam hingga 7,80 persen dalam satu hari perdagangan. Usulan skema royalti progresif baru oleh Kementerian ESDM untuk beberapa komoditas mineral dan batu bara dinilai akan menekan margin keuntungan emiten pertambangan di tengah volatilitas harga komoditas global. Perubahan tarif yang diusulkan mencakup revisi royalti konsentrat tembaga dari flat 7–10 persen menjadi progresif 9–13 persen, serta kenaikan royalti untuk katoda tembaga, emas, perak, nikel, dan timah.
Kondisi Terakhir
Aksi jual besar-besaran terjadi di seluruh emiten pertambangan utama, dengan saham berkapitalisasi besar mengalami penurunan signifikan. Investor asing juga tercatat melakukan net sell di beberapa saham blue chip pertambangan. Pelaku pasar kini cenderung menunggu dan melihat perkembangan regulasi final dari Kementerian ESDM, sementara analisa teknikal menunjukkan bahwa indeks telah memasuki area pasokan di rentang 6.900 hingga 7.000.




