Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Dusun Balapusuh: Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Dusun Balapusuh: Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Integrasi Layanan Primer (ILP) di Dusun Balapusuh, Desa Tanggeran merupakan kegiatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari balita, lansia, hingga remaja. Kegiatan ini menjadi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan merata. Dengan pendekatan pelayanan yang terintegrasi, ILP ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan saja, tetapi juga pada pencegahan dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Kehadiran ILP di lingkungan masyarakat menjadi bentuk nyata komitmen desa dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.

Pada Kamis, 5 Februari 2026, pelaksanaan ILP untuk balita dan lansia dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga menjelang siang hari, pukul 10.00 WIB. Pada kelompok lansia, dilakukan berbagai pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan gula darah, pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, selain itu dilakukan pemeriksaan tekanan darah juga. Beberapa pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan lansia yang ada di Dusun Balapusuh secara berkala dan mendeteksi dini risiko dari penyakit yang tidak menular. Selain itu, dilakuakn senam lansia juga, dengan instruktur senam dari pihak puskesmas. Senam ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh lansia, meningkatkan kelenturan otot dan sendi, melancarkan peredaran darah dan membantu menjaga kesehatan jantung. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi lansia agar lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya. Pelayanan diberikan secara ramah dan sistematis oleh petugas kesehatan yang bertugas.

Sementara itu, kegiatan pelayanan ILP untuk balita yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala (LIKA), dan juga lingkar lengan atas (LILA). Selain pemeriksaan pertumbuhan, balita juga mendapatkan imunisasi serta pemberian vitamin sesuai dengan kebutuhan usia. Kegiatan ini berperan penting dalam memantau tumbuh kembang balita serta mencegah terjadinya gangguan gizi sejak dini. Pada pemantauan ini, orang tua dari balita turut serta dilibatkan secara aktif dalam proses pelayanan, sehingga orang tua dapat memahami kondisi kesehatan anaknya secara berkala. Dengan demikian, ILP untuk balita ini dapat menjadi wadah pembelajaran kesehatan bagi orang tua dalam mengetahui kondisi dan perkembangan anak.

Setelah pelayanan ILP bagi lansia dan balita, kegiatan ini dilanjutkan dengan ILP bagi remaja. Pelayanan untuk remaja dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dengan menyasar siswa tingkat SD kelas 4, 5, dan 6, MI kelas 4, 5, dan 6, serta siswa MTs yang berlokasi di Desa Tanggeran. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, serta pemeriksaan tekanan darah. Pelaksanaan ILP remaja dilakukan secara terjadwal dan bergantian setiap bulan, misalnya bulan pertama untuk siswa MTs, bulan berikutnya untuk SD, dan selanjutnya untuk MI. Sistem penjadwalan ini bertujuan agar pelayanan berjalan tertib dan efektif. Melalui ILP, diharapkan remaja memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga dan peduli terhadap kesehatan sejak usia dini.

Dalam pelaksanaan kegiatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Dusun Balapusuh ini, mahasiswa KKN berperan aktif dalam membantu jalannya pelayanan kesehatan sejak awal hingga akhir kegiatan. Mahasiswa terlibat langsung dalam proses pendataan dan pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat, mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar kepala (LIKA), hingga lingkar lengan atas (LILA) pada lansia, balita dan remaja. Selain bertugas dalam pencatatan, mahasiswa juga turut membantu dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara langsung dengan menggunakan alat tensimeter untuk mengukur tekanan darah pada kelompok lansia dan remaja, serta alat pengukur gula darah pada kelompok lansia di bawah pendampingan petugas kesehatan. Keterlibatan mahasiswa ini sangat membantu mempercepat alur pelayanan sehingga kegiatan dapat berjalan tertib, efektif, dan efisien. Melalui keterlibatan langsung tersebut, mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan yang berharga mengenai praktik pelayanan kesehatan berbasis masyarakat serta pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.

Mohon tunggu...

Lihat Health Selengkapnya