Iran dan Irak Ragu Ikut Piala Dunia 2026 Akibat Konflik dengan AS dan Israel
Isu Nasional - RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Piala Dunia 2026 bakal tiba sekitar tiga bulan lagi, namun masih banyak kontroversi luar lapangan yang menyelimuti gelaran sepak bola terbesar dunia tersebut. Dengan peperangan yang terjadi dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, diyakini hal tersebut makin mengguncang pagelaran turnamen sepak bola tersebut.
Sebagai pengingat kembali, Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama dengan Meksiko dan Kanada. Iran merupakan salah satu peserta yang tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir dan Selandia Baru. Pada fase grup, Iran dijadwalkan bermain di kota Los Angeles dan Seattle.
Jauh sebelum perang terjadi, partisipasi Iran dipertanyakan seiring ancaman Presiden AS, Donald Trump untuk menolak visa kunjungan warga negara Iran dalam ketegangan diplomasi dengan negara tersebut. Sebaliknya, Iran sempat mengancam memboikot Piala Dunia 2026 akibat langkah politik tersebut.
Saat ini Trump menyatakan sudah lepas tangan soal kedatangan skaud Team Melli ke tanah Amerika. “Saya tidak peduli, toh mereka sudah kalah telak dan kelelahan,” ujar Trump dalam wawancara bersama Politico pada Selasa (3/3).
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sendiri mengaku ragu dapat atau bahkan diperbolehkan terbang ke AS jika peperangan masih berlanjut. Yang jelas, mereka hanya bisa manut kepada pemerintah setempat.
“Setelah serangan yang menimpa kami, kita tidak dapat berharap banyak bisa berangkat ke Piala Dunia. Tentu Kementerian Olahraga akan memberikan pertimbangan dan keputusan, tapi kita tidak tahu kapan,” ungkap Presiden FFIRI, Mehdi Taj kepada media lokal Iran pada Rabu (4/3), sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera.




