Kepala SPPG Laporkan Kekurangan Ruang Istirahat di Dapur MBG
Sumber Foto: Kompas.tv
Ekonomi

Kepala SPPG Laporkan Kekurangan Ruang Istirahat di Dapur MBG

SURAKARTA, KOMPAS.TV - Puluhan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melaporkan belum tersedianya fasilitas ruang istirahat di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Rapat Koordinasi bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Surakarta, Selasa (24/2/2026).

Temuan tersebut mengemuka ketika Nanik menanyakan langsung ketersediaan ruang istirahat bagi pengelola dapur MBG di wilayah Solo Raya, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar.

“SPPG mana yang sampai saat ini mitranya masih belum juga menyediakan fasilitas ruang untuk istirahat kalian?” tanya Nanik dalam sesi tanya jawab rapat koordinasi, Selasa (24/2/2026).

Sejumlah Kepala SPPG dan Pengawas Gizi langsung merespons. Beberapa menyatakan belum memiliki ruang istirahat, sementara lainnya mengaku fasilitas yang tersedia tidak layak. Bahkan, ada yang menyebut harus membeli kasur sendiri.

Atas temuan tersebut, Nanik meminta seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG di masing-masing daerah untuk mencatat SPPG yang mitranya belum menyediakan ruang istirahat layak bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, maupun Pengawas Keuangan. Sekitar 30 Kepala SPPG tercatat berdiri untuk melaporkan kondisi tersebut.

“Catat semua, dan segera laporkan ke saya,” kata Nanik.

Salah seorang Kepala SPPG dari Boyolali menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali meminta mitra menyediakan ruang istirahat. Meski telah beroperasi selama enam bulan, fasilitas tersebut belum juga tersedia. Ia bahkan menirukan respons salah satu pegawai mitra yang menyebut penyediaan fasilitas memerlukan biaya besar.

Menanggapi hal itu, Nanik menegaskan agar para Kepala SPPG kembali menyampaikan kewajiban tersebut kepada masing-masing mitra. Ia mengingatkan bahwa pengelola dapur wajib melakukan pemantauan setiap malam sehingga membutuhkan ruang istirahat yang layak.

“Beritahu Mitra kalian masing-masing, untuk menyediakan ruang istirahat yang layak untuk Kepala SPPG, Pengawas Gizi dan Pengawas Keuangan. Kalau mereka tidak segera menyediakan ruang istirahat, Ibu Waka akan men-suspend SPPG mereka,” kata Nanik dalam siaran pers yang diterima KompasTV.

Selain fasilitas ruang istirahat, Nanik juga menyoroti standar peralatan dapur di sejumlah SPPG. Ia mempertanyakan kemungkinan penggunaan peralatan yang tidak sesuai standar, termasuk freezer dan chiller bekas.

Beberapa Kepala SPPG mengakui masih terdapat peralatan yang belum memenuhi standar, seperti meja yang belum menggunakan bahan stainless steel serta penggunaan freezer dan chiller bekas yang belum diganti meski telah diajukan permintaan.

Nanik kembali meminta para Korwil mencatat SPPG yang menggunakan peralatan tidak standar atau bekas. Ia juga menekankan agar Korwil aktif melakukan pemantauan ke dapur-dapur untuk memastikan kesesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (juknis).

Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu menegaskan bahwa mitra wajib menyediakan peralatan dapur yang baru dan sesuai standar.

“Enak saja! Mereka sudah dapat fasilitas 6 juta per hari, masa pakai peralatan bekas. Bilang sama mitra, kalau peralatan masih tidak standar, dan bahkan barang bekas, saya suspend! Siapapun mereka,” ucapnya.