Konflik Venezuela Tidak Pengaruhi Harga Minyak Global, ESDM Tetap Antisipasi
Pemerintah terus meningkatkan cadangan strategis sebagai langkah antisipasi.
Red: Gita Amanda
Foto: EPA/Henry Chirinos
Menara pengeboran minyak terlihat di Cabimas, Venezuela, 18 Desember 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai konflik yang berlangsung di Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia maupun perdagangan minyak global.
“Tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi perdagangan minyak dan harga,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga
ESDM Tingkatkan Produksi Minyak Antisipasi Gejolak Venezuela
Trump Siapkan Pertemuan dengan Raksasa Minyak AS Bahas Venezuela
Harga Minyak Dinilai Stabil Meski Tensi AS–Venezuela Meningkat
Anggia menjelaskan meskipun cadangan minyak Venezuela merupakan yang terbesar di dunia, produksi rata-rata negara tersebut masih berada di bawah 1 juta barel minyak per hari (barel oil per day/BOPD). Angka tersebut relatif kecil dibandingkan dengan rasio cadangannya.
Kondisi di Venezuela berbeda dengan kawasan Timur Tengah. Konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan harga minyak menjadi sangat dinamis karena banyak negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC/Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi) berada di wilayah tersebut.
“Jadi, harga minyak bisa menjadi sangat dinamis,” ujar Anggia.
Peningkatan produksi minyak nasional menjadi salah satu langkah antisipasi Indonesia terhadap gejolak geopolitik global, termasuk dinamika politik yang terjadi di Venezuela. “Sebagai antisipasi, kami harus terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional serta optimalisasi produksi,” kata dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah belum melihat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
“Kita sumber crude -nya bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Jakarta, Senin (5/1/2026).
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Laode menambahkan pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi dan pemantauan perkembangan situasi, termasuk potensi dampaknya terhadap harga minyak dunia. “Antisipasi itu selalu ada,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merespons gejolak politik yang berlangsung di Venezuela. Media internasional melaporkan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan militer ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026).
Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Tak lama setelah itu, pemerintah Venezuela mengumumkan negaranya berada dalam kondisi darurat nasional. Sejumlah negara telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan unilateral AS tersebut.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, larangan penggunaan kekerasan, serta penyelesaian sengketa secara damai.
Rusia dan Iran, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Venezuela, juga mengecam serangan militer AS tersebut.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
sumber : Antara
Advertisement
konflik venezuela
harga minyak dunia
kementerian esdm
produksi minyak
cadangan minyak
geopolitik global
opec
bahan bakar minyak (bbm)
antisipasi pemerintah
serangan militer as
Berita Terkait
Ekonomi - 10 jam yang lalu
Bahlil Ingin Campur Bioetanol dalam BBM, Petani Singkong Happy
Ekonomi - 21 jam yang lalu
Perang AS-Israel Melawan Iran Diduga Habiskan Hingga Rp 33,7 Triliun per Hari
Ekonomi - 10 March 2026, 16:46
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab, Bahlil Sebut Negosiasi Hampir Selesai
Ekonomi - 10 March 2026, 14:08
Trump Sebut AS akan Longgarkan Sanksi Minyak untuk Tekan Harga
Ekonomi - 10 March 2026, 08:58
Trump Klaim Perang akan Segera Berakhir, Analis Justru Prediksi Bisa Berlangsung Lebih Lama
Ekonomi - 09 March 2026, 17:13
Sidak ke Tanah Abang, Menkeu Nilai Ekonomi RI Masih Aman dari Resesi
Ekonomi - 09 March 2026, 16:56
Perang Israel-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Indonesia Berpotensi Berebut Pasokan
Ekonomi - 09 March 2026, 16:06
Bahlil Bilang Konversi Motor Listrik akan Dapat Insentif dari Pemerintah, Berapa Nilainya?
Berita Lainnya
Ekonomi - Rabu , 11 Mar 2026, 23:27 WIB
MIND ID: Manfaat Tambang Harus Kembali kepada Masyarakat
Ekonomi - Rabu , 11 Mar 2026, 21:10 WIB
InJourney Airports Pastikan Kesiapan Operasi dan Layanan Sambut Pemudik
Ekonomi - Rabu , 11 Mar 2026, 20:37 WIB
Jasindo Luncurkan Program Asuransi Mudik, Premi Rp10 Ribu
Ekonomi - Rabu , 11 Mar 2026, 20:35 WIB
Proyek MBG Ikut Sumbang Penjualan Mobil Komersial Suzuki Awal Tahun Ini
Ekonomi - Rabu , 11 Mar 2026, 20:06 WIB
IPC TPK Catat Arus Petikemas Tumbuh 8,7 Persen pada Awal 2026




