MNC Sekuritas Luncurkan Motion Trade untuk Permudah Akses Investasi Digital
Lanskap pasar modal berubah cepat. Namun, di sisi lain, ada generasi baru yang memasuki pasar modal, yang tidak mau berkompromi dengan kerumitan teknis.
Gagasan Sederhana
Nah, di situlah, MNC Sekuritas menemukan momentum untuk melakukan lompatan. Bukan sekadar mengikuti arus digitalisasi, melainkan menciptakan pola baru yang menjawab kebutuhan investor pemula dan trader berpengalaman dalam satu ekosistem yang hidup.
Di balik layar, transformasi itu dikendalikan oleh sebuah gagasan sederhana, yaitu membangun aplikasi yang tidak memaksa pengguna untuk belajar ulang. “Kami tidak ingin memaksa nasabah migrasi, karena migrasi selalu menimbulkan resistensi. Yang kami inginkan justru kontinuitas, kenyamanan, dan retensi,” ungkap Abdul Latief Yukkas, Direktur IT MNC Sekuritas.
Pada awal September 2025, pendekatan itu terwujud melalui peluncuran Motion Trade versi Pro dan Lite. Dua nama yang terdengar ringan, tetapi konsekuensinya besar bagi pasar modal Indonesia.
Versi Pro menawarkan screener, super order algoritma, serta analitik tingkat lanjut. Versi Lite, sebaliknya, menawarkan kesederhanaan, desain bersih, dan edukasi. Dua aplikasi dalam satu platform, tanpa phasing out (penghentian bertahap), tanpa memaksa pengguna melepas kenyamanan lama.
“Inovasi kami bukan soal fitur paling canggih, tapi fitur yang benar-benar dibutuhkan trader,” kata Abdul Latief. Sejatinya, Motion Trade MNC Sekuritas bukanlah barang baru, karena telah lama ada.
Setelah Motion Trade versi Pro dan Lite diluncurkan, dampaknya langsung terasa. Sebelumnya, sepanjang Januari‒Agustus 2025, jumlah pembukaan akun baru rata-rata 1.400 per bulan. Begitu September tiba, angkanya melonjak menjadi 2.300 atau naik sekitar 69 persen.
Nilai transaksi harian ikut terkerek hingga 22 persen. Lebih dari 230.000 pengguna aktif tercatat, sebuah angka yang menunjukkan kombinasi antara pertumbuhan organik dan strategi yang matang.
Kekuatan Riset
Di balik pertumbuhan itu, riset nasabah menjadi sumber energi. Sekitar 60 persen pengguna melakukan login setiap hari, dan 85 persen di antaranya memakai perangkat Android. Fitur yang paling sering disentuh ialah TradingView dan grafik. Kepadatan interaksi itu menjadi inspirasi desain.
Motion Trade Lite, secara sengaja, dipereteli dari kompleksitas, yaitu informasi yang ditampilkan bukan data mentah yang melelahkan, melainkan penjelasan yang memudahkan. “Pemula membutuhkan aplikasi yang sederhana, langsung, dan membantu keputusan. Bukan hanya angka, tetapi makna,” kata Abdul Latief.
Latar belakang pengguna pun memperkuat arah inovasi. Data internal menunjukkan: lebih dari separuh investor Indonesia adalah kelompok usia muda, 54–55 persen. Mereka adalah digital native yang tumbuh dengan layar sentuh, bukan terminal trading. Desain Motion Trade Lite diarahkan seperti percakapan: jelas, bersih, mudah dibaca di ponsel.
Mayoritas pengguna masih laki-laki dan kelompok usia 25–34 tahun, tetapi angka partisipasi perempuan diharapkan meningkat seiring dengan hadirnya reksa dana dan obligasi di fase kedua, Januari 2026. Di sanalah keseimbangan dibangun.
“Pengguna laki-laki cenderung spekulatif, perempuan lebih konservatif. Ekosistem kami menjawab dua kebutuhan itu,” katanya.
Di sisi lain, visi besar holding MNC Group: menyediakan “rumah” yang lengkap untuk transaksi finansial. Motion Trade terhubung langsung dengan RDN MNC Bank sebagai rekening untuk sekali registrasi. Lima ribu karyawan MNC Group telah menggunakan layanan itu. Single sign-on membuat MotionBank dan Motion Trade berjalan mulus.
“Sinergi bukan jargon. Ia hidup melalui ekosistem. Sang pendiri ingin seluruh karyawan dapat memakai Motion Trade. Itu bagian dari DNA kami,” Abdul Latief menandaskan. Ada kesan kebanggaan yang tak disembunyikan ketika ia menyebut nama Hary Tanoesoedibjo sebagai arsitek awal ekosistem itu.
Literasi dan Inklusi
Namun, kisah digital di MNC Sekuritas tidak hanya bercerita tentang transaksi. Perusahaan ini juga memikul tanggung jawab sosial bidang literasi dan inklusi. Lebih dari 714 kegiatan edukasi digelar hingga Agustus 2025, menjangkau 51.000 peserta dari kampus dan komunitas. Dari jumlah itu, 12.000 menjadi nasabah baru.
Peristiwa paling simbolik terjadi di Kendari, yaitu pemecahan rekor MURI penciptaan investor syariah baru melalui kolaborasi lintas lembaga. Sistem Syariah Online Trading (SOTS) tersedia, dan lebih jauh lagi, ada fitur filantropi.
“Kami adalah satu-satunya sekuritas yang memungkinkan pengguna mewakafkan, menzakatkan, atau menginfaqkan saham odd lot langsung dari aplikasi,” ungkap Abdul Latief.
Dari sana, sebagian menjadi mitra pemasaran. “Ini bukan sekadar edukasi. Ini penyiapan ekosistem masa depan,” ujar Abdul Latief.
Pasar modal Indonesia masih tertinggal. Literasi pasar modal baru 15–17 persen, inklusi hanya 1,3 persen. Kapitalisasi pasar Indonesia US$ 862 miliar, masih jauh dari India yang mencapai US$ 5 triliun atau Korea Selatan dengan US$ 2 triliun. Fakta itu menciptakan urgensi.
Ponsel adalah pintu masuk terbesar. Motion Trade menjadikannya sederhana, yaitu akun dibuka online, dual mode, satu sentuhan untuk upgrade, dan satu platform untuk semua perangkat. “Potensi pertumbuhan akses mobile masih sangat tinggi. Kami ingin berada di depan gelombang itu,” kata Abdul Latief tandas.
Ketika ditanya tenapa inti inovasi digital MNC Sekuritas, ia menjawab seolah menyimpulkan perjalanan panjang. “ Digital innovation bukan berarti menambah fitur sebanyak-banyaknya. Kadang yang diperlukan justru menyederhanakan. Yang kami lakukan adalah menjangkau mereka yang sebelumnya enggan masuk pasar modal karena kerumitan teknis. Jika hari ini lebih banyak orang berani memulai, itu sudah cukup bagi kami.”
Abdul Latief juga mengungkapkan bahwa teknologi yang baik tidak harus ribut, tidak harus mengejutkan, tetapi harus membuat orang merasa mampu. Motion Trade Dual Mode lahir dari riset, diuji melalui perilaku pengguna, dan dihidupkan oleh visi untuk membuka akses yang lebih luas.
Dari pusat satu grup usaha yang besar, inovasi itu bergerak ke kampus-kampus, ke komunitas, ke layar-layar kecil yang digenggam anak muda. Pasar modal Indonesia mungkin masih kecil, tetapi keinginannya tumbuh.
“Inovasi kami adalah perjalanan. Bukan titik akhir. Selama masih ada orang yang ingin belajar investasi, kami akan selalu menemukan cara untuk mempermudahnya,” katanya. (*)
Syifa Nur Layla
Reporter
Teguh Sri Pambudi
Editor
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.




