MUI Serukan Penguatan Ketahanan Pangan untuk Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah
Isu Nasional - Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri sebagai salah satu langkah mitigasi untuk mengurangi dampak konflik Timur Tengah.
Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis mengemukakan, jika konflik berdampak pada penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak, tentu ekonomi Indonesia akan terdampak, terutama karena RI hingga saat ini masih mengimpor bahan bakar minyak (BBM).
"Dengan penguatan ketahanan pangan nasional, diharapkan dampaknya dapat diminimalkan. Yang penting, dampak ekonomi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dalam negeri," katanya di Jakarta, Selasa.
Cholil menegaskan, dalam menghadapi konflik Timur Tengah, masyarakat Indonesia harus satu suara, yakni mengutamakan kemanusiaan, menghentikan penyerangan, dan mendorong perdamaian.
"Kami mendukung upaya Presiden Prabowo untuk menjadi juru damai, karena dalam Islam, mendamaikan pihak yang bertikai adalah perbuatan yang tinggi nilainya. Namun, tetap harus memperhatikan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta menjaga keamanan dan kepentingan dalam negeri," paparnya.
Ia juga menegaskan,konstitusi Indonesia mengamanahkan untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, oleh karena itu, langkah Presiden RI yang ingin berperan sebagai juru damai perlu didukung.
"Kita dukung sepenuhnya, tanpa pesimis, sambil tetap realistis terhadap kapasitas dan koridor diplomasi yang ada," ujar dia.
Terkait eskalasi konflik yang semakin memanas, MUI menegaskan seluruh masyarakat tentu menginginkan dunia yang damai. Oleh karena itu, Cholil mengutuk penyerangan terhadap Iran, namun juga berpesan agar respons serangan tidak melampaui batas, terutama hingga mengganggu negara tetangga atau dua kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah.
"Konflik tidak boleh berkembang menjadi konflik kawasan atau memicu konflik dunia. Serangan balasan hendaknya tidak meluas di luar sasaran militer yang terlibat," tuturnya.




