MUI Siapkan Peta Jalan Geopolitik untuk Peran Indonesia di Era Multipolar
Isu Nasional - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang merumuskan peran baru umat Islam Indonesia di tengah perubahan geopolitik global yang semakin kompleks. Ini dilakukan melalui persiapan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang akan berlangsung pada akhir Juli 2026, dengan agenda utama penyusunan "Peta Jalan Geopolitik Umat 2026-2030".
Awal Kejadian
Penyusunan peta jalan ini dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang bertema Indonesia, Dunia Islam, dan Tatanan Dunia Multipolar, yang diadakan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, pada Kamis (25/6).
Perkembangan
Ketua Kelompok Kerja Geopolitik dan Tatanan Dunia Baru KUII VIII, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menjelaskan bahwa dunia saat ini beralih dari dominasi satu kekuatan global ke sistem multipolar, dengan meningkatnya persaingan di berbagai bidang. KUII VIII diharapkan melahirkan konsep yang jelas mengenai peran dan kontribusi umat Islam Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia melalui diplomasi resmi dan non-pemerintah.
Peta jalan ini akan mencakup isu-isu strategis, antara lain Palestina, keadilan global, Islamofobia, serta penguatan geoekonomi dan ketahanan nasional. Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyatakan bahwa KUII VIII sangat relevan mengingat ketegangan global yang meningkat, termasuk konflik di Timur Tengah.
Kondisi Terakhir
MUI mengharapkan KUII VIII tidak hanya menghasilkan rekomendasi normatif, tetapi juga dokumen strategis yang dapat diimplementasikan untuk memperkuat posisi umat Islam Indonesia sebagai kekuatan moral, intelektual, diplomatik, dan sosial-ekonomi dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil.




