OJK Kalteng Gelar Rapat Pleno TPAKD untuk Perkuat Akses Keuangan Wilayah Barat
BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergi percepatan akses keuangan di wilayah barat Kalimantan Tengah, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Wilayah Barat Tahun 2026. Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan arah kebijakan dan program kerja lintas kabupaten.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Rody Iskandar, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Hasyim Muallim, penggiat TPAKD dari Kabupaten Sukamara, Seruyan, Lamandau, dan Kotawaringin Timur, serta pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Kalteng, Ika Budhi Pratiwi, menegaskan rapat pleno ini merupakan forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan TPAKD di wilayah barat.
“Rapat pleno ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan program TPAKD yang lebih terarah, terukur, dan berdampak bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan Lembaga Jasa Keuangan menjadi kunci dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ika Budhi dalam rilisnya pada Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi diperlukan agar program percepatan akses keuangan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, hingga kelompok rentan yang selama ini belum sepenuhnya terlayani layanan keuangan formal.
"Melalui rapat pleno ini, diharapkan terbentuk komitmen bersama untuk mempercepat implementasi program kerja tahun 2026, sekaligus memastikan setiap kabupaten di wilayah barat Kalimantan Tengah mampu mengoptimalkan peran TPAKD sebagai motor penggerak inklusi keuangan daerah," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)




