OJK Proyeksikan Pertumbuhan Positif Sektor Keuangan di 2026
ILUSTRASI. Frederica Widyasari Dewi (KONTAN/Perekonomian)
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri jasa keuangan bisa menorehkan kinerja positif pada tahun 2026, melanjutkan pertumbuhan yang dicapai pada kuartal IV 2025 lalu.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, optimisme tersebut datang setelah mencermati berbagai tantangan, peluang serta kebijakan-kebijakan yang diambil.
Ia menjelaskan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS, sektor jasa keuangan tumbuh 7,92% secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada quartal IV 2025. “ Ini merupakan laju tertinggi sejak kuartal II 2021,” kata Friderica dalam keterangannya dikutip, Kamis (19/2).
Dia bilang, kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat, tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184% terhadap PDB, didukung oleh meningkatnya partisipasi di pasar modal dan diversifikasi produk keuangan yang lebih luas.
Friderica menyampaikan, pertumbuhan tinggi sektor jasa keuangan pada 2025 antara lain ditopang oleh subsektor asuransi dan dana pensiun serta penunjang keuangan yang kembali tumbuh positif setelah dua tahun sebelumnya terkontraksi.
Baca Juga: OJK Arahkan Revisi Rencana Bisnis Bank (RBB), Bank Mandiri Pertahankan Target
Dari sisi struktur, aset dan produk keuangan mencakup kapitalisasi pasar dan surat utang beredar senilai Rp 24.773 triliun, aset perbankan Rp 13.889 triliun, aset sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) serta PVML mencapai Rp4.056 triliun, aset lembaga keuangan pasar modal Rp 87,67 triliun, dan aset dana kelolaan mencapai Rp 1.043 triliun.
Ke depan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui tiga kebijakan prioritas: memperkuat ketahanan sektor, mengembangkan ekosistem keuangan agar lebih kontributif terhadap perekonomian, serta memperdalam pasar keuangan yang berkelanjutan, termasuk penguatan keuangan berkelanjutan.
Untuk 2026, OJK memproyeksikan kredit perbankan tumbuh 10%–12%, ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) 7%–9%. Aset program asuransi diperkirakan naik 5%–7%, aset dana pensiun 10%–12%, dan aset program penjaminan 14%–16%. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan diproyeksikan tumbuh 6%–8%. Di pasar modal, target penghimpunan dana ditetapkan sebesar Rp 250 triliun.
Sementara itu, Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi menilai industri jasa keuangan memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas, memperkuat transmisi kebijakan, dan mendukung sektor produktif.
Baca Juga: OJK Proyeksi Aset Asuransi Tumbuh 5%-7% pada 2026, Ini Respons Allianz Life
Ia meyakini, dengan sinergi regulator dan pelaku industri, tata kelola yang kuat, manajemen risiko disiplin, serta komitmen transformasi, sistem keuangan Indonesia akan tetap tangguh dan tumbuh sehat di tengah tantangan global.
Menurut Hery, perbankan juga berada dalam posisi solid untuk menopang pertumbuhan kredit. Likuiditas terjaga, tercermin dari pertumbuhan DPK yang kembali menguat double digit 11,4% secara tahunan. Rasio loan to deposit ratio (LDR) stabil di kisaran 84%, menunjukkan ruang ekspansi kredit masih memadai tanpa tekanan likuiditas berlebih.
Dari sisi permodalan, capital adequacy ratio (CAR) berada di sekitar 26%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Buffer modal yang kuat ini menjadi bantalan terhadap risiko kualitas aset sekaligus membuka ruang pertumbuhan kredit secara prudent dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
INDEKS BERITA
Tag
Berita Terkait
Keuangan
OJK Optimistis Industri LKM Berpeluang Tumbuh pada 2026 Meski Tersendat Modal
Keuangan
OJK Proyeksikan Industri Multifinance Bakal Tumbuh Positif pada 2026
Keuangan
OJK Optimistis Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8% pada 2026, Ini Pemicunya
Keuangan
OJK Proyeksi Pembiayaan Fintech Lending ke Sektor Produktif akan Tumbuh ke Depannya
Keuangan
OJK Perkirakan Pembiayaan Multifinance Akan Tumbuh pada 2026
momsmoney.id
Uang Sulit Tumbuh? Ini 9 Kebiasaan Boros Menurut Dave Ramsey yang Harus Dihentikan
TERBARU
Indeks »
Internasional | 1 Jam 37 Menit lalu
Harga Minyak Brent Menuju Rekor Bulanan, Wall Street Menguat di Tengah Perang Iran
Internasional | 1 Jam 49 Menit lalu
The Fed Awasi Sektor Private Credit, Jerome Powell: Belum Ada Risiko Sistemik
Internasional | 1 Jam 55 Menit lalu
Perang Iran Redupkan Prospek Ekonomi Global, IMF Peringatkan Risiko Inflasi
Internasional | 2 Jam 3 Menit lalu
Powell: The Fed Pilih “Wait and See” Dampak Perang Iran terhadap Ekonomi
Lifestyle | 2 Jam 11 Menit lalu
Final FIFA Series: Penalti Bulgaria Kubur Mimpi Juara Timnas Indonesia
Investasi | 2 Jam 19 Menit lalu
Asing Net Sell Jumbo Rp 686 Miliar, Cermati Saham yang Banyak Dijual di Awal Pekan
Internasional | 2 Jam 41 Menit lalu
Ultimatum Baru Trump ke Iran: Selat Hormuz Harus Terbuka, Atau Hancur!
Internasional | 2 Jam 44 Menit lalu
Turki Sebut Pertahanan NATO Tembak Jatuh Rudal Balistik Iran yang Masuk Wilayahnya
Internasional | 3 Jam 11 Menit lalu
Wall Street Bangkit Pasca Koreksi Tajam, Investor Pantau Ketegangan Timur Tengah
Industri | 3 Jam 23 Menit lalu
Soal Isu Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026, Ini Kata Bahlil
Indeks Berita




