PBB Terus Berperan dalam Mediasi Konflik Global, Tegas Guterres
RRI.CO.ID, Jenewa — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menegaskan bahwa PBB sangat aktif dalam memediasi konflik di berbagai belahan dunia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers, Kamis, 29 Januari 2026 saat ia memaparkan prioritas PBB untuk tahun 2026.
Guterres mengakui bahwa tidak semua pihak yang terlibat konflik bersedia menerima PBB sebagai mediator. Namun, organisasi dunia tersebut tetap menjalankan peran aktif di banyak wilayah rawan konflik, dilansir dari Xinhua.
Menurut Guterres, PBB saat ini terlibat dalam berbagai skenario mediasi, termasuk di Libya, Sudan, Sudan Selatan, dan Republik Demokratik Kongo. Ia menegaskan tidak khawatir terhadap masa depan peran PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Menurutnya, lembaga tersebut masih relevan dan dibutuhkan dalam upaya penyelesaian konflik global. Guterres menjelaskan, ada wilayah tertentu di mana PBB tidak berperan sebagai mediator karena setidaknya salah satu pihak menolak keterlibatan PBB.
Ia menyinggung konflik Israel sebagai contoh, dengan menyatakan bahwa Israel tidak pernah menerima PBB sebagai mediator. Menurutnya, hal tersebut kemungkinan karena PBB memediasi konflik berdasarkan nilai-nilai Piagam PBB.
Nilai-nilai tersebut dinilai tidak sejalan dengan kepentingan pihak-pihak yang melanggar piagam tersebut. Lebih lanjut, Guterres mengatakan PBB telah sangat aktif dalam mencegah skenario terburuk di Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, dan Myanmar.
Selain itu, PBB juga berperan aktif dalam perundingan terkait Sahara Barat. Ia menyebut masih banyak contoh lain PBB terlibat dalam upaya mediasi, konsiliasi posisi, dan proses perdamaian di berbagai kawasan.
Meski demikian, Guterres mengakui adanya keterbatasan dalam peran PBB. Ia menegaskan bahwa PBB tidak memiliki instrumen kekuasaan untuk memaksa pihak-pihak yang bertikai.




