Peluncuran Sahabat-AI: Membangun Ekosistem Digital Berdaulat di Indonesia
Sumber Foto: Megapolitan.ID
Teknologi

Peluncuran Sahabat-AI: Membangun Ekosistem Digital Berdaulat di Indonesia

Megapolitan.ID | Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bersama Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meluncurkan Sahabat-AI untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan (AI) yang berdaulat, inklusif, dan relevan dengan konteks lokal Indonesia. Platform berbasis aplikasi ini dirancang sebagai sahabat digital yang memahami kekayaan bahasa serta budaya nusantara, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga institusi publik di seluruh penjuru negeri.

Sahabat-AI kini telah tersedia dalam format aplikasi Android dan iOS untuk menurunkan hambatan adopsi teknologi tinggi di masyarakat. Platform ini mengintegrasikan kemampuan multi-model dan multi-modal, yang memungkinkan pengguna melakukan transisi mulus dari pengolahan teks ke gambar, pembuatan video, bantuan pengodean (coding), hingga analisis data mendalam dalam satu antarmuka yang terpadu.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kehadiran Sahabat-AI merupakan cerminan arah strategis bangsa dalam membangun kemandirian kapabilitas teknologi nasional. Ia menekankan pentingnya memiliki AI yang memahami nilai-nilai keindonesiaan agar transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Sahabat-AI merupakan langkah penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Kita membutuhkan AI yang benar-benar ‘Paling Indonesia’, dibangun dengan bahasa kita dan nilai budaya kita. Saya mendorong seluruh lapisan masyarakat menggunakan Sahabat-AI,” ujar Meutya Hafid di Jakarta, Jumat (27/02/2026).

Selain aspek fungsionalitas, Sahabat-AI dilengkapi dengan sistem pengamanan (guardrails) berlapis yang selaras dengan norma sosial dan standar etika di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan ruang digital nasional tetap sehat dan bebas dari konten negatif, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong inovasi yang bertanggung jawab.

Sementara itu, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa proyek kolaboratif ini didasari oleh misi besar untuk memberdayakan Indonesia melalui teknologi yang demokratis. Indosat memposisikan Sahabat-AI sebagai fondasi inovasi terbuka yang dapat diadopsi oleh individu maupun startup untuk meningkatkan daya saing nasional.

“Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Platform ini dibangun di atas keyakinan kami bahwa teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang. Kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik,” tegas Vikram Sinha.(*)