Peran CFO Kunci dalam Transformasi Digital dan Keberlanjutan Bisnis di Era Ketidakpastian Ekonomi
Sumber Foto: SWA.co.id
Teknologi

Peran CFO Kunci dalam Transformasi Digital dan Keberlanjutan Bisnis di Era Ketidakpastian Ekonomi

Di tengah ketidakpastian ekonomi Indonesia, peran CFO menjadi semakin penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis melalui adaptasi dan inovasi, terutama di era digital. Penelitian Asia Pacific Mandatory Sustainability Reporting (2024) menegaskan bahwa CFO memiliki peran sentral dalam mengelola pelaporan keberlanjutan yang semakin kompleks, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendorong penciptaan nilai bisnis melalui praktik berkelanjutan.

Sebagai pemimpin strategis perusahaan, CFO bertanggung jawab memastikan kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Indikator seperti pertumbuhan aset, pendapatan, laba, Return on Invested Capital (ROIC), pertumbuhan EBITDA, hingga margin operasi menjadi tolok ukur efektivitas CFO dalam mengelola sumber daya dan merancang strategi investasi.

CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, menegaskan pentingnya peran CFO sebagai penggerak strategi bisnis. “Dalam situasi ini, peran CFO menjadi krusial, tidak hanya sebagai pengelola keuangan, tetapi juga inovator, pengambil keputusan strategis, dan pemimpin transformasi digital,” ujarnya dalam acara Indonesia Best CFO Awards 2026 di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa efisiensi biaya operasional masih menjadi tantangan bagi mayoritas perusahaan. “Hasil riset kami menyatakan hanya 11,3% perusahaan yang berhasil menyeimbangkan biaya operasional dan pendapatan operasional (BO/PO di rentang 1–50%). Ini menunjukkan efisiensi biaya masih menjadi tantangan besar,” katanya.

Temuan tersebut semakin menegaskan pentingnya peran CFO dalam merancang strategi keuangan yang tepat, termasuk optimalisasi pengeluaran dan pengelolaan arus kas agar bisnis tetap terjaga.

Finance & Commercial Director and Board Member Tripatra Engineers & Constructors Benny Joeseop menambahkan, CFO kini dituntut menjadi arsitek nilai berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi, digitalisasi, dan tuntutan ESG.

“CFO tidak lagi hanya mengurusi angka dan pelaporan, tetapi juga mendesain resilience, mengalokasikan modal secara bijak, serta memungkinkan transformasi di tengah volatilitas ekonomi dan geopolitik,” ujarnya.

Ia menekankan empat tantangan utama CFO, yakni memastikan capital efficiency, mengoptimalkan working capital, menyeimbangkan kepentingan jangka pendek dan panjang, serta menjaga likuiditas. “ Cash flow is the king. Liquidity planning menjadi sangat penting,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi strategis tersebut, Warta Ekonomi menganugerahkan Indonesia Best CFO Awards 2026 kepada para CFO yang dinilai berhasil memimpin dengan visi kuat, menjaga kinerja keuangan perusahaan, serta mendorong inovasi dan pemulihan ekonomi di tengah dinamika global.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.