Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan Capai 7,92% sebagai Sinyal Positif Ekonomi
Sumber Foto: Harianjogja.com
Ekonomi

Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan Capai 7,92% sebagai Sinyal Positif Ekonomi

Sunartono

Ilustrasi uang. - Bisnis/Rachman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA —Pertumbuhan sektor jasa keuangan sebesar 7,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025 menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Angka ini menegaskan peran strategis sektor jasa keuangan sebagai penopang utama ekonomi Indonesia.

Data tersebut dilaporkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (19/2), menyebutkan pertumbuhan 7,92 persen (yoy) merupakan laju tertinggi sejak kuartal II-2021.

Advertisement

Konsultan dan perencana keuangan, Elvi Diana, menilai capaian tersebut menunjukkan sektor jasa keuangan semakin kokoh dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini adalah sinyal bahwa kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional terus menguat, sekaligus mencerminkan dinamika ekonomi yang semakin sehat dan progresif,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

BACA JUGA

Kota Jogja Tunggu BMKG, Siaga Hidrometeorologi Berpotensi Diperpanjang

Dua Bocah Ngawi Tewas Tenggelam di Sungai Desa

Menurut Elvi, kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian juga tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasio tersebut menunjukkan pendalaman pasar keuangan (financial deepening) di Tanah Air semakin kuat.

Ia menilai capaian ini turut mengindikasikan meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi yang terus berkembang.

Selain pertumbuhan aset, diversifikasi produk keuangan yang semakin luas menjadi indikator penting lainnya. Instrumen investasi kini semakin beragam, mulai dari saham, obligasi, reksa dana, hingga produk derivatif, sehingga membuka lebih banyak alternatif bagi investor.

“Makin banyak produk keuangan yang tersedia, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk menyesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka,” ujar dia.

Elvi menambahkan, diversifikasi tersebut juga mencerminkan semakin matangnya infrastruktur serta regulasi pasar keuangan nasional.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah dan otoritas pasar modal agar tetap memperkuat ketahanan investor terhadap risiko fluktuasi pasar. Menurutnya, pertumbuhan tinggi harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan perlindungan investor.

“Fluktuasi pasar adalah keniscayaan. Karena itu, pemerintah dan otoritas perlu memperluas edukasi literasi keuangan, memperkuat transparansi emiten, serta menyediakan instrumen lindung nilai (hedging) yang lebih mudah diakses oleh investor ritel,” jelas Elvi.

Ia juga mendorong pengembangan instrumen stabilisasi pasar, peningkatan kualitas pengawasan, serta penguatan manajemen risiko di lembaga jasa keuangan agar pertumbuhan sektor jasa keuangan tetap berkelanjutan dan mampu menopang stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Tag: otoritas jasa keuangan (OJK)

Advertisement

Berita Terkait

OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta, Dana Capai Rp30,31 Triliun

Kasus BNI Sumut, OJK Minta Penyelesaian Transparan

OJK DIY Soroti Kesenjangan Literasi dan Akses Keuangan Syariah

Gelombang Penutupan BPR Berlanjut, Enam Bank Dicabut Izin

Berita Lainnya

Advertisement

Berita Terbaru

Grab Siap Ikuti Aturan Baru Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Ekbis | 7 hours ago

Status Pengemudi Ojol Jadi Pekerja Belum Jelas

Ekbis | 9 hours ago

Lulusan Magang Nasional Hadapi Ketidakpastian, Ini Kata Pengamat

Ekbis | 10 hours ago

Aturan Baru Outsourcing Batasi Jenis Kerja dan Hak Pekerja

Ekbis | 16 hours ago

Advertisement

Harga BBM 1 Mei: Masih Aman, Tapi Waspadai Sinyal Baru

Ekbis | 16 hours ago

Jadwal Tes Kopdes Merah Putih 2026 Dimulai Besok, Ini Cara Cetak Kartu

Ekbis | 1 day ago

Kinerja APBN DIY Maret 2026: Belanja Negara Tembus Rp4,71 Triliun

Ekbis | 1 day ago

Aturan Impor Baru 2026, Kemendag Batasi Komoditas Pangan

Ekbis | 1 day ago

Harga Emas Pegadaian Turun Hari Ini, Antam Rp2,89 Juta

Ekbis | 1 day ago

Advertisement

Prabowo Target 25.000 Koperasi Merah Putih, Dimulai 1.000 Unit

Ekbis | 1 day ago

Libur Panjang 1 Mei, Okupansi Hotel Jogja Diprediksi Naik

Ekbis | 2 days ago

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp54.300 per Kg

Ekbis | 2 days ago

Harga Emas Pegadaian 29 April 2026: Antam Naik, UBS Turun

Ekbis | 2 days ago

Harga BBM Naik, Indonesia Masih Lebih Murah di ASEAN

Ekbis | 3 days ago

Advertisement

Bisnis DIY Didorong Gunakan Jasa Pengamanan Tersertifikasi

Ekbis | 3 days ago