PKK Mimika Fokus Tingkatkan Pendidikan dan Kesehatan di Wilayah Pesisir
Sumber Foto: ANTARA News Papua Tengah
Sosial

PKK Mimika Fokus Tingkatkan Pendidikan dan Kesehatan di Wilayah Pesisir

Timika (ANTARA) - Program Kerja Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 2026 fokus pada penanganan masalah pendidikan dan kesehatan di wilayah pesisir Mimika.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika, Susana Suzy Rettob di Timika, Sabtu, mengatakan masalah pendidikan dan kesehatan di wilayah itu membutuhkan perhatian dari semua pemangku kepentingan, termasuk PKK Mimika.

"Fokus program kita di 2026 adalah pendidikan dan kesehatan, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di kampung. Kita mau program kita benar-benar selaras dengan pemerintah daerah," kata Suzy pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim PKK Mimika 2026 di Timika.

Ia mengatakan, isu pendidikan yang menjadi perhatian serius PKK Mimika adalah pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun yang telah dicanangkan secara nasional dan diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026.

"Masalah yang sekarang dihadapi di kampung-kampung wilayah pesisir adalah belum memiliki PAUD, sementara program pendidikan ini dimulai dari PAUD. Ke depan kita akan mensosialisasikan wajib belajar 13 tahun, sehingga wilayah mana yang belum PAUD kami sampaikan ke pak Bupati untuk dibangunkan," kata Suzy.

Ia mengatakan, di bidang kesehatan, masalah stunting juga akan menjadi perhatian serius PKK Mimika untuk bersama-sama berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menekan angka stunting di wilayah pesisir.

"Tahun lalu kami sudah turun ke kampung-kampung di wilayah pesisir dan melihat kondisi masyarakat di sana. Mungkin salah satu faktor yang mempengaruhi stunting ini adalah air bersih. Dengan diresmikan air bersih oleh Bupati Mimika di wilayah pesisir beberapa bulan yang lalu, diharapkan dapat membantu mengatasi masalah stunting," kata Suzy.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan serta pelantikan Pengurus PKK di tingkat distrik/kecamatan agar program dapat berjalan maksimal hingga ke tingkat kampung. Keberadaan Ketua PKK di setiap distrik dinilai menjadi kunci dalam menjembatani pelayanan kepada masyarakat.

“Supaya ketika kita turun ke kampung, sudah ada struktur yang siap bekerja. Kalau belum lengkap, tentu akan menjadi kendala di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Program PKK ini juga akan dilaksanakan di wilayah-wilayah pegunungan Mimika yang nantinya akan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK tingkat distrik di wilayah tersebut.