Pocket Rupiah BCA Diminati 40.000 Pengguna untuk Pengelolaan Keuangan
TANGERANG, KOMPAS.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat minat nasabah terhadap fitur pengelolaan keuangan digital terus meningkat.
Salah satunya tecermin dari jumlah pengguna Pocket Rupiah di aplikasi myBCA yang telah mencapai sekitar 40.000 pengguna, meski fitur ini baru diluncurkan pada Desember 2025.
SPV Transaction Banking Product Development BCA, Fera Agustina, mengatakan Pocket Rupiah hadir untuk menjawab meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengatur keuangan dan melakukan budgeting secara lebih disiplin.
“Dari jumlah pelanggan myBCA, Pocket Rupiah sebagai rekening induk saat ini sudah digunakan sekitar 40.000 pengguna. Sementara jumlah pocket-nya sendiri sudah sekitar 70.000, padahal baru diluncurkan sekitar satu bulan lebih,” ujar Fera di ICE BSD, Sabtu (7/2/2026).
Jadi Bank Emas, Pegadaian Diharapkan Menjawab Kecemasan Masyarakat
Artikel Kompas.id
Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah pengguna myBCA telah mencapai sekitar 13 juta nasabah yang mengunduh dan mengaktivasi aplikasi.
Dari jumlah tersebut, sekitar 7 juta di antaranya aktif bertransaksi.
“Kalau yang aktif bertransaksi, kira-kira setengahnya, sekitar 7 juta. Target pertumbuhannya tentu kami harapkan terus bagus, tapi angkanya belum bisa kami spill,” kata Fera.
Menurut Fera, Pocket Rupiah paling banyak dimanfaatkan untuk tujuan menabung dengan target tertentu.
Pola ini menunjukkan perubahan perilaku nasabah yang semakin sadar pentingnya pengelolaan keuangan.
Unsplash Ilustrasi mengatur keuangan.
“Dipakainya untuk nabung, ada target yang ingin dicapai seperti liburan. Untuk ibu rumah tangga misalnya, menabung untuk kebutuhan makeup, fashion, atau kosmetik. Ini orang-orang yang sudah aware bagaimana mengelola keuangan dengan baik,” jelasnya.
Pocket Rupiah dirancang khusus untuk membantu nasabah memisahkan dana sesuai peruntukannya, mulai dari tabungan liburan, pembelian gadget, hingga dana darurat.
“Begitu terima gaji atau uang bulanan, sekarang sudah mulai dipisah-pisahkan. Orang-orang yang sadar mengatur keuangan itu disiplin, langsung memisahkan dana untuk ditabung. Saya bilang ini seperti berangkas,” kata Fera.
Untuk memperkuat disiplin tersebut, BCA juga menghadirkan fitur money lock yang membatasi akses dana agar tidak mudah digunakan secara impulsif.
“Money lock ini untuk mengurangi FOMO dan belanja impulsif. Kalau mau membuka dana yang dikunci, nasabah harus ke ATM atau cabang BCA. Ini mengamankan keuangan diri sendiri, sekaligus melindungi dari potensi penipuan,” jelasnya.
Fera menambahkan, pemindahan dana ke Pocket Rupiah juga dibuat sederhana.




