Puskesmas Ampelgading Luncurkan Inovasi Digital untuk Tekan Stunting
Sumber Foto: Malang Posco Media
Teknologi

Puskesmas Ampelgading Luncurkan Inovasi Digital untuk Tekan Stunting

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Upaya menekan angka stunting di wilayah selatan Kabupaten Malang terus digencarkan. UPT Puskesmas Ampelgading meluncurkan inovasi berbasis digital bertajuk Kejar Silinting (Kelompok Belajar Sigap dan Peduli Stunting) sejak 2025.

Kepala Puskesmas Ampelgading, drg. Ahyani Radhiani, mengatakan program tersebut dirancang untuk mempercepat deteksi dan pendampingan balita berisiko stunting.

“Stunting ini program prioritas nasional. Dampaknya besar, bukan hanya pertumbuhan fisik tapi juga perkembangan otak anak. Di Ampelgading sebenarnya sudah turun, bahkan posisi keempat se-Kabupaten Malang. Tapi kami ingin lebih baik lagi,” ujarnya.

Berbeda dari aplikasi pada umumnya, Kejar Silinting berbasis website agar lebih mudah diakses ibu balita dan kader posyandu. Link aplikasi Kejar Silinting adalah: https://bit.ly/giziampelgading

Setiap selesai penimbangan di Posyandu, kader langsung memasukkan data anak ke website. Jika terdeteksi risiko masalah gizi, sistem akan memberikan notifikasi agar orang tua segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat atau langsung ke Puskesmas Ampelgading. “Di situ juga ada kontak WhatsApp petugas gizi kami. Jadi ibu bisa langsung konsultasi,” jelasnya.

Tak berhenti pada konsultasi daring, tim gizi akan turun langsung memastikan kondisi anak. Jika dipastikan bermasalah gizi, orang tua akan dimasukkan ke grup WhatsApp khusus untuk pendampingan intensif. Pendampingan dilakukan harian, mulai dari evaluasi menu makanan hingga pemantauan berat badan. Orang tua bahkan bisa mengirim foto menu harian untuk dievaluasi kecukupan gizinya.

“Seminggu ada evaluasi, sebulan sekali ada kelas offline. Kalau berat badannya sudah bagus dan kondisinya membaik, baru bisa keluar dari grup,” tambahnya.

Respons masyarakat disebut sangat positif. Orang tua merasa lebih mudah berkonsultasi dan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan arahan.

Langkah digitalisasi ini selaras dengan transformasi sistem layanan kesehatan berbasis klaster yang mulai diterapkan di Kabupaten Malang sejak 2025. Puskesmas tak lagi sekadar kuratif, melainkan diperkuat di sisi promotif dan preventif.

Dengan inovasi Kejar Silinting, Puskesmas Ampelgading menunjukkan bahwa layanan primer di wilayah terpencil sekalipun mampu adaptif terhadap era digital.“Harapan kami, masyarakat Ampelgading semakin sehat dan puas dengan pelayanan kami,” tegas drg. Ahyani. (bua)