Rusia: Dunia Semakin Berbahaya, Namun Tidak Ingin Terlibat Konflik Global
Sumber Foto: detikNews
Internasional

Rusia: Dunia Semakin Berbahaya, Namun Tidak Ingin Terlibat Konflik Global

detikNews Internasional

Rusia Bilang Dunia Kian Berbahaya, Tapi Tak Mau Konflik Global

Novi Christiastuti - detikNews

Senin, 02 Feb 2026 14:52 WIB

Moskow -

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa dunia menjadi tempat yang semakin berbahaya, tetapi dia mengaku tidak ingin Moskow terseret ke dalam konflik global.

Medvedev yang menjabat Presiden Rusia periode tahun 2008-2012, kini menjadi pejabat keamanan senior Kremlin. Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, semacam politbiro modern yang terdiri atas pejabat paling berpengaruh Kremlin yang dipimpin langsung oleh Presiden Vladimir Putin.

Pernyataan terbaru Medvedev itu, seperti dilansir Reuters, Senin (2/2/2026), disampaikan dalam wawancara dengan sejumlah media, termasuk Reuters, bersama kantor berita TASS, dan blogger perang Rusia, WarGonzo, yang dilakukan di kediamannya di luar Moskow.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situasinya sangat berbahaya," kata Medvedev dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin (2/2) waktu setempat. "Ambang batas rasa sakit tampaknya semakin menurun," sebutnya.

Baca juga: Medvedev Ingatkan Eropa Risiko Perang dengan Rusia

ADVERTISEMENT

"Kami tidak tertarik pada konflik global. Kami tidak gila. Itu sudah dikatakan ratusan kali. Siapa yang membutuhkan konflik global?" ucap Medvedev dalam wawancara tersebut.

"Sayangnya, konflik global tidak dapat dikesampingkan," imbuh sekutu dekat Putin ini.

Komentar Medvedev ini disampaikan setelah invasi militer besar-besaran Rusia terhadap Ukraina sejak Februari 2022 lalu memicu konfrontasi terbesar antara Barat dan Moskow sejak era Perang Dingin.

Beberapa waktu terakhir, utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang berupaya menegosiasikan diakhirinya perang antara Rusia dan Ukraina. Medvedev sempat memuji Trump dan menyebut dilanjutkannya kontak dengan Washington sebagai hal yang menggembirakan.

Namun Medvedev, yang berulang kali melontarkan kecaman terhadap Kyiv dan negara-negara Barat sambil memperingatkan risiko eskalasi perang menuju "kiamat" nuklir ini, juga mengatakan bahwa Barat telah berulang kali mengabaikan kepentingan Rusia.

Meskipun Putin tetap menjadi penentu kebijakan Rusia, Medvedev yang kini menjadi tokoh garis keras, mencerminkan pemikiran garis keras kalangan elite negara tersebut.

Ketika ditanya soal gejolak peristiwa global sepanjang Januari ini, mulai dari soal Venezuela, Greenland dan beberapa isu lainnya, Medvedev mengatakan bahwa semuanya "terlalu berlebihan".

Dia menyebut klaim Barat tentang ancaman Rusia atau China terhadap Greenland sebagai "kisah horor" palsu yang dibuat-buat oleh para pemimpin Barat untuk membenarkan perilaku mereka sendiri.

Baca juga: Sekutu Putin Ejek Trump: Greenland Bisa Gabung Rusia Jika AS Tak Cepat

Simak juga Video 'Ukraina Dingin Ekstrem, Trump Minta Putin Tak Serang Kyiv Seminggu':

[Gambas:Video 20detik]

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)

rusia dmitry medvedev amerika serikat

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikNews

Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Lagi Jadwalnya!

detikOto

Ini Pebalap Tertinggi dan Terpendek di F1 2026

detikInet

Lenovo Legion Pro 5i, Laptop Gaming yang Kencang

Sepakbola

Final Carabao Cup: Menguji Tekad Juara Arsenal

detikHot

Sosok Cindy Rizap Dokter Koas Segudang Talenta

Wolipop

Momen Seru Cinta Laura Ikutan War Takjil, Pilihan Makanannya Bikin Salfok

Sepakbola

Lagi-lagi Salah Chelsea Sendiri

part of

Connect With Us

Copyright @ 2026 detikcom.

All right reserved

Kategori

detikNews

detikEdukasi

detikFinance

detikInet

detikHot

detikSport

Sepakbola

detikOto

detikProperti

detikTravel

detikFood

detikHealth

Wolipop

detikX

20Detik

detikFoto

detikHikmah

detikPop

Layanan

berbuatbaik.id

Pasang Mata

Adsmart

detikEvent

Signature Awards

Trans Snow World

Trans Studio

Bingkai.id

Ziswafctarsa.id

Flying Over Indonesia

For Your Business

rekomendit

Community Connect

Informasi

Redaksi

Pedoman Media Siber

Karir

Kotak Pos

Media Partner

Info Iklan

Privacy Policy

Disclaimer

Jaringan Media

CNN Indonesia

CNBC Indonesia

Haibunda

Insertlive

Beautynesia

Female Daily

CXO Media