Siswa SMAN 1 Ambon Berinovasi Digital di Seri SIGMA
Sumber Foto: RRI.co.id
Teknologi

Siswa SMAN 1 Ambon Berinovasi Digital di Seri SIGMA

RRI.CO.ID, Ambon – Dunia pendidikan Indonesia kembali menyaksikan aksi nyata kreativitas siswa dalam penguasaan teknologi masa depan. Hari ini, kolaborasi antara Google Educator Groups Indonesia, Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG), dan Sekolah Rujukan Google (SRG) sukses menggelar seri SIGMA (Siswa Google Mania).

Sesi kali ini menjadi panggung bagi siswa-siswi berprestasi dari SMAN 1 Ambon untuk berbagi wawasan mengenai alat pendukung belajar masa depan. Dengan tajuk “The Future Student Starter Pack & Gemini”, kegiatan ini menyoroti bagaimana integrasi kecerdasan buatan seperti Google Gemini dapat menjadi asisten cerdas bagi pelajar dalam menghadapi tantangan akademik di era digital.

Kegiatan yang dilangsungkan secara daring melalui Google Meet ini menghadirkan dua figur muda inspiratif dari KSRG SMAN 1 Ambon. Kania Raharja bertindak sebagai narasumber dengan memaparkan materi mengenai “Starter Pack” atau perangkat penting yang harus dimiliki siswa masa depan, sementara Nighma Anindya Sahabudin memandu jalannya diskusi sebagai moderator secara interaktif dan penuh energi.

Dalam pemaparannya, Kania menekankan pentingnya kesiapan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.

“Starter pack siswa masa depan bukan hanya perangkat digital, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, manajemen waktu, dan pemanfaatan AI seperti Gemini sebagai asisten belajar,” ujar Kania Raharja.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan AI dapat membantu siswa dalam proses riset dan eksplorasi materi pelajaran.

“Dengan Gemini, siswa bisa lebih cepat memahami materi, mencari referensi, hingga menyusun ide tulisan. Namun tetap harus digunakan secara etis dan tidak menggantikan proses berpikir,” tambahnya.

Sementara itu, moderator Nighma Anindya Sahabudin menyampaikan bahwa antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami melihat antusiasme luar biasa dari peserta, mulai dari zona waktu WIB hingga WIT. Ini menunjukkan bahwa siswa Indonesia sangat siap menyambut transformasi digital,” kata Nighma.

Materi yang dibawakan dalam sesi ini berfokus pada efisiensi belajar, riset berbasis AI, serta pemanfaatan ekosistem Google untuk kolaborasi yang lebih produktif. Dukungan penuh dari ekosistem Google turut memperkuat jalannya kegiatan yang berlangsung dinamis dan inspiratif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak siswa Indonesia yang siap melangkah menuju masa depan digital dengan kepercayaan diri tinggi.

“Mari kita manfaatkan teknologi untuk berkarya dan berinovasi. Masa depan ada di tangan kita,” tutup Kania.