TPAKD Badung Tingkatkan Literasi Keuangan ASN untuk Cegah Investasi Bodong
Badung (ANTARA) - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Badung, Bali, melakukan sosialisasi keuangan kepada aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Kecamatan Kuta Selatan sebagai upaya untuk mencegah investasi ilegal.
“Selain menjalankan pelayanan publik, seluruh pegawai diharapkan memiliki literasi terhadap investasi. Jangan sampai pemahamannya justru diperoleh dari media sosial yang belum tentu kebenarannya,” kata Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta di Mangupura, Kamis.
Pada kesempatan itu kegiatan Financial Clinic #3 tersebut mengambil tajuk “ASN Anti Boncos: Memahami Investasi Legal dan Bahaya Investasi Bodong”.
Program tersebut menjadi bagian nyata dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang bertujuan meningkatkan literasi serta kecakapan pengelolaan keuangan di kalangan pegawai pemerintah.
Ketut Gede Arta menjelaskan pada kegiatan itu ASN diperkenalkan pada lima komponen utama literasi keuangan, yakni regulasi, narasi, aksi, dampak, dan keberlanjutan.
Kelima aspek tersebut diharapkan dapat dipahami secara menyeluruh agar ASN tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi sumber informasi yang tepat bagi masyarakat.
“Semoga literasi yang diberikan dapat bermanfaat dan berdampak, baik bagi kemampuan personal ASN maupun dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat,” jelas dia.
Narasumber dari Bank BPD Bali Cabang Badung, Putu Eli Desi Arisandi mengungkapkan kegiatan itu sangat penting untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam penawaran keuangan ilegal, seperti pinjaman daring ilegal, investasi bodong.
"Tanpa literasi keuangan yang memadai, masyarakat akan mudah terpengaruh berbagai penawaran yang menyesatkan, misalnnya pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan kejahatan siber,” ujar dia.




