Transformasi Sejarah Syiah: Dari Faksi Politik Menjadi Ideologi Keagamaan
Sumber Foto: Radar Tulungagung
Internasional

Transformasi Sejarah Syiah: Dari Faksi Politik Menjadi Ideologi Keagamaan

Isu Nasional - JAKARTA - Sejarah Syiah menurut ulama kembali menjadi sorotan setelah sebuah kajian panjang membedah asal-usul kemunculan kelompok tersebut dari perspektif sejarah Islam klasik. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Syiah awalnya bukanlah aliran teologis, melainkan faksi politik yang lahir dari konflik pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Pembahasan mengenai sejarah Syiah menurut ulama ini dimulai dari peristiwa penting setelah Rasulullah wafat. Para sahabat bermusyawarah dan sepakat mengangkat Abu Bakar As-Siddiq sebagai khalifah pertama. Proses tersebut dinilai berlangsung secara terbuka dan disetujui mayoritas sahabat, termasuk Ali bin Abi Thalib.

Menurut penjelasan dalam kajian tersebut, narasi yang menyebut adanya perampasan kekhalifahan dari Ali dibantah melalui fakta sejarah. Bahkan Ali disebut tetap membaiat Abu Bakar serta berkontribusi dalam pemerintahan Islam saat itu.

Dari Abu Bakar hingga Utsman

Setelah Abu Bakar wafat, estafet kepemimpinan berlanjut kepada Umar bin Khattab. Pada masa Umar, wilayah Islam meluas hingga Persia. Kekaisaran besar tersebut runtuh dan wilayahnya masuk dalam kekuasaan Islam.

Namun, ekspansi itu disebut membawa dampak sosial dan politik. Sebagian kalangan yang tidak puas memanfaatkan momentum perubahan tersebut. Puncaknya terjadi pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan.

Dalam kajian dijelaskan bahwa isu nepotisme dan tudingan penyimpangan mulai dihembuskan. Nama Abdullah bin Saba disebut sebagai tokoh provokatif yang memanfaatkan situasi politik untuk memecah belah umat. Ia dituding menyebarkan narasi bahwa kekhalifahan seharusnya berada di tangan Ali dan keturunannya.

Situasi memanas hingga berujung pada terbunuhnya Utsman. Peristiwa itu menjadi titik balik konflik internal umat Islam yang kemudian berkembang menjadi perang saudara.

Munculnya Faksi Pendukung Ali

Pasca wafatnya Utsman, Ali diangkat sebagai khalifah. Namun, konflik belum mereda. Ketegangan dengan Muawiyah bin Abi Sufyan memuncak dalam Perang Shiffin.

Dari dinamika politik tersebut, muncul kelompok yang setia mendukung Ali. Istilah “Syiah” dalam bahasa Arab berarti pengikut atau pendukung setia.

Awalnya, sebutan itu merujuk pada kelompok politik yang loyal kepada Ali, bukan aliran akidah.

Namun, menurut penjelasan dalam kajian, seiring waktu terjadi transformasi. Dari sekadar faksi politik, Syiah berkembang menjadi ideologi teologis.

Konsep imamah—yakni keyakinan bahwa kepemimpinan umat harus berada di garis keturunan Ali—menjadi doktrin utama.

Kelompok ini kemudian dikenal sebagai Syiah Itsna Asyariyah atau penganut 12 imam.

Mereka meyakini kepemimpinan spiritual berada pada dua belas imam keturunan Ali, dengan imam terakhir diyakini masih ghaib dan akan muncul di akhir zaman.

Perbedaan Rukun dan Akidah

Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti perbedaan mendasar dalam konsep rukun Islam dan rukun iman. Ia menyatakan bahwa dalam ajaran Syiah tertentu terdapat penambahan unsur imamah sebagai bagian prinsip keyakinan.

Pandangan ini memicu perdebatan panjang di kalangan ulama. Namun, narasumber menegaskan pentingnya berhati-hati dalam memberikan vonis keagamaan.

Ia mengingatkan bahwa persoalan kafir-mengkafirkan bukan perkara ringan. Mengutip hadis Nabi, tudingan kafir yang tidak tepat justru bisa kembali kepada penuduhnya. Karena itu, ia mengajak umat untuk fokus pada penguatan akidah dan pendidikan agama yang benar.

Imbauan untuk Umat Islam

Menutup kajian tentang sejarah Syiah menurut ulama, narasumber menegaskan agar umat Islam memahami sejarah secara utuh dan tidak mudah terprovokasi isu sektarian. Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pendidikan dengan landasan akidah yang jelas.

“Jika ada perbedaan, kaji dengan ilmu. Jangan mudah terhasut narasi yang memecah belah,” tegasnya.

Perdebatan mengenai Syiah memang bukan hal baru dalam sejarah Islam. Namun, memahami akar sejarah dan perkembangan ideologinya dinilai penting agar umat tidak terjebak dalam konflik yang merugikan persatuan.

Editor : Davina Ar Raafika

Ali bin Abi Thalib Abu Bakar As Siddiq Imamah 12 Imam Sejarah Syiah Perang Shiffin

Bagikan: