UMSURA Serukan Perdamaian Global di Tengah Ketegangan Iran-Israel
Sumber Foto: VIVA Jatim
Internasional

UMSURA Serukan Perdamaian Global di Tengah Ketegangan Iran-Israel

Isu Nasional - 

Sumber :

Rachmad Fahrizal Tito.

Share :

Surabaya, VIVA Jatim- Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang turut menyeret Amerika Serikat memantik kekhawatiran global. Di tengah situasi tersebut, kampus dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang dialog dan menyerukan perdamaian.

Baca Juga

Cabdin Pendidikan Tulungagung-Trenggalek Kenalkan Pendekatan Berbasis Data untuk Sekolah

Merespons kondisi itu, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar kuliah tamu internasional bertema “International Law, Islamic Civilization Cooperation, and Future Peace: A Comprehensive Dialogue Between Iran and Indonesia”, Selasa, 3 Maret 2026.

Kegiatan ini menghadirkan akademisi asal Iran, Dr. Amir Rezaei Panah dari Shahid Beheshti University, Teheran. Forum ini membahas peran hukum internasional dan kerja sama peradaban Islam dalam mewujudkan perdamaian masa depan.

Baca Juga

UNAIR Terima 2.771 Maba Jalur SNBT 2026, Prodi FK dan Vokasi Jadi Prodi Paling Ketat

Tak sekadar diskusi akademik, kegiatan ini juga diwarnai aksi simbolik penancapan bendera berbagai negara di atas peta dunia sebagai lambang persatuan global. Prosesi tersebut dilakukan oleh Rektor UMSURA Prof. Mundakir bersama Dr. Amir Rezaei Panah serta mahasiswa internasional dari Uzbekistan, Pakistan, Yaman, Mali, Sudan, dan Afghanistan.

Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum UMSURA turut mengangkat bendera negara-negara dunia sambil bergandengan tangan, sebagai simbol solidaritas lintas bangsa dan komitmen generasi muda menjaga perdamaian.

Baca Juga

Untag Surabaya Perluas Jejaring Global melalui Kunjungan Kampus dan Forum ASEAN di Tiongkok

Rektor UMSURA, Prof. Mundakir, menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan tindak lanjut kerja sama akademik yang telah terjalin sebelumnya antara UMSURA dan akademisi Iran.

“Tema hukum internasional dalam menciptakan perdamaian sangat relevan dengan situasi global saat ini. Sebagai masyarakat kampus yang menjunjung nilai kemanusiaan dan cinta damai, kami menyerukan pentingnya perdamaian global di tengah konflik yang terjadi,” ujar Mundakir.

Menurutnya, kampus harus menjadi ruang intelektual yang menghadirkan dialog, bukan memperuncing perbedaan.

Sementara itu, Amir Rezaei Panah menekankan pentingnya kebangkitan cara hidup Islami yang progresif dan berpusat pada iman, namun tetap harmonis dengan perkembangan teknologi dan pembangunan modern.

“Strategi utama untuk menghidupkan kembali cara hidup Islami adalah melalui pendekatan peradaban dan penguatan identitas. Masa depan harus dilihat melalui lensa budaya dan peradaban, dengan realisme dan pragmatisme, bukan terjebak pada perpecahan masa lalu,” jelasnya.

Dekan Fakultas Hukum UMSURA, Satria Unggul Wicaksana, menilai eskalasi konflik global saat ini telah melampaui sekadar manuver politik dan berpotensi mengarah pada perang terbuka dengan dampak kemanusiaan serius.

Halaman Selanjutnya

“Ketika diplomasi diabaikan dan digantikan oleh kekuatan militer, dunia tidak hanya kehilangan kedamaian, tetapi juga kehilangan akal sehat,” tegasnya.

Share :

<

1

2 >