Analisis Pengaruh Trading Halt IHSG terhadap Fundamental Ekonomi Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 20 Maret 2025, berhasil mencatatkan penguatan sebesar 1,42% dan ditutup pada level 6.311,666. Meskipun demikian, pelaku pasar masih dihadapkan pada ingatan mengenai kejadian trading halt yang terjadi sehari sebelumnya, tepatnya pada Selasa, 18 Maret 2025.
Trading halt yang terjadi kali ini tidak seperti yang pernah terjadi di bulan Maret 2020, saat pandemi Covid-19 melanda, di mana perdagangan saham dihentikan dalam kondisi yang jauh lebih kritis. Menteri Koordinator Ekonomi, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah tidak terlalu khawatir mengenai kondisi bursa saham Indonesia saat ini.
Ketika ditanya mengenai dampak trading halt pada IHSG, Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. "Beberapa isu yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan," ujarnya pada Selasa (18/03/2025).
Di sisi lain, praktisi pasar modal Bernard Sandjojo memberikan pandangannya mengenai trading halt tersebut. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada unsur teknis yang memicu trading halt, mengaitkan IHSG sepenuhnya dengan kondisi perekonomian juga tidak sepenuhnya tepat. "Penurunan saham yang dimiliki oleh konglomerasi besar menjadi salah satu faktor yang menyeret IHSG turun, mengingat bobot saham tersebut dalam kapitalisasi pasar IHSG cukup signifikan," ungkap Bernard.
Ke depan, pertemuan antara Presiden Prabowo dan pelaku pasar diperkirakan akan menjadi langkah penting untuk mengatasi kekhawatiran yang muncul pasca trading halt ini.




