Antusiasme Tinggi dalam Kategori Public Affairs PR INDONESIA Awards 2026
Sumber Foto: Humas Indonesia
Peta Isu

Antusiasme Tinggi dalam Kategori Public Affairs PR INDONESIA Awards 2026

Isu Nasional - Kategori Public Affairs (PA) pada ajang PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dewan juri menilai bahwa peserta dari berbagai latar belakang industri telah berhasil menerapkan manajemen pemangku kepentingan dengan baik.

Awal Kejadian

Dalam penilaian dewan juri, termasuk Managing Director Kinanti Consultant Budi Rizanto Binol, peserta telah berhasil menampilkan praktik terbaik dalam manajemen pemangku kepentingan, serta mampu mengintegrasikan teori akademik dengan praktik di lapangan. Budi Rizanto menyatakan bahwa para peserta menunjukkan inovasi dan penyesuaian dalam implementasi, tanpa mengabaikan teori yang ada.

Perkembangan

Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tria Patrianti, mencatat adanya pergeseran pola pikir positif di kalangan peserta. Kategori PA kini dilihat sebagai upaya strategis untuk mengintegrasikan suara publik ke dalam kebijakan korporasi dan lembaga. Peneliti Politeknik APP Jakarta Kemenperin, Intan Maria Lewiayu Vierke, menekankan pentingnya aspek kepercayaan dalam penilaian, menegaskan bahwa dewan juri mencari institusi yang dapat menunjukkan dampak terukur dari sisi kepercayaan dan keberlanjutan, bukan hanya dokumen formalitas.

Kondisi Terakhir

Ketua Umum Indonesia Public Affairs Community, Arie Nauvel, menegaskan bahwa peran PA kini menjadi garda terdepan organisasi. Tantangan yang dihadapi tidak hanya dalam ranah politik, tetapi juga dalam adaptasi model bisnis terhadap perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya. Arie menambahkan bahwa organisasi yang sukses adalah yang memiliki tim PA yang mampu membaca situasi sosial secara tajam, dan Tria mengingatkan bahwa PA harus bertransformasi dari sekadar pengelola akses kekuasaan menjadi perancang kepercayaan publik dalam kebijakan, dengan praktik yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.