Bank Indonesia Luncurkan Pusat Inovasi Digital untuk Kembangkan Talenta Muda
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia memiliki talenta muda yang berpotensi besar sebagai penggerak kemajuan ekonomi digital nasional. Untuk memperkuat peran tersebut, Bank Indonesia menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Minggu (23/2).
PIDI diinisiasi Bank Indonesia melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, Asosiasi Fintech Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Usaha Virtual Indonesia, serta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia. Program ini dirancang untuk mengakselerasi pengembangan solusi digital yang siap diterapkan di industri, memperluas inklusi keuangan, serta memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional.
Inisiatif tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital yang selaras dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045, melalui pengembangan talenta digital nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengubah ide menjadi solusi nyata. Melalui PIDI, Bank Indonesia membangun ekosistem agar inovasi talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
PIDI mempertemukan talenta digital, regulator, pelaku industri, dan investor dalam satu ekosistem kolaboratif. Program ini diwujudkan melalui dua jalur utama, yakni Digdaya dan Hackathon.
Digdaya atau Digital Talenta Berdaya dan Berkarya merupakan program penguatan kapasitas talenta digital melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Sementara itu, Hackathon berfungsi sebagai laboratorium inovasi nasional, yang menjadi ruang kolaborasi untuk menguji ide, membangun prototipe, serta memvalidasi solusi berbasis kebutuhan industri nyata.
Melalui kedua program tersebut, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pelatihan terstruktur, sertifikasi, pendampingan profesional, hingga business matching dengan industri dan bursa kerja.
Fokus solusi diarahkan pada tiga isu utama, yakni penguatan ketahanan dan inovasi keuangan; peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, serta penciptaan lapangan kerja; dan percepatan layanan publik, ekonomi kreatif, serta ekspor jasa digital.
PIDI yang mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” sekaligus membuka pendaftaran Digdaya x Hackathon 2026 yang berlangsung pada 23 Februari hingga 27 Maret 2026.
Tim yang lolos seleksi awal akan mengikuti pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk mematangkan ide inovasi. Pada tahap lanjutan, tim terpilih memvisualisasikan ide dalam bentuk video proof of concept.
Ide terbaik selanjutnya dikembangkan menjadi prototipe dengan pendampingan mentor dan dipertemukan dengan industri serta investor sebagai off-taker agar solusi dapat diimplementasikan secara nyata dan terukur.
Melalui kolaborasi antara otoritas, dunia usaha, dan talenta muda, Bank Indonesia menegaskan komitmennya membangun struktur ekonomi digital nasional yang kuat, aman, dan berdaya saing global.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman https://pidi.id dan akun Instagram @Pusatinovasidigitalindonesia.




