BKPM: Peta Investasi Indonesia Sejalan dengan Isu Lingkungan di G20
Sumber Foto: Medcom.id
Peta Isu

BKPM: Peta Investasi Indonesia Sejalan dengan Isu Lingkungan di G20

Jakarta - Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Riyatno menyatakan bahwa peta investasi Indonesia sejalan dengan isu lingkungan yang menjadi fokus dalam Forum G20. Riyatno menekankan bahwa peluang investasi di Indonesia sangat konsisten dengan agenda Presidensi G20 Indonesia 2022 yang mengangkat tema investasi berkelanjutan.

"Peta peluang investasi Indonesia sangat konsisten dengan Presidensi G20 Indonesia 2022, mengingat salah satu isu yang diangkat adalah investasi berkelanjutan," ungkap Riyatno dalam Forum Merdeka Barat yang disiarkan secara virtual pada Senin, 21 Maret 2022.

Riyatno menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, terdapat dorongan untuk mengalihkan investasi dari sektor primer ke industri berbasis nilai tambah atau hilirisasi. Salah satu contoh investasi bernilai tambah adalah investasi berbasis hilirisasi nikel, yang merupakan komponen penting dalam produksi baterai mobil listrik. "Hal ini jelas berorientasi pada investasi yang berkelanjutan," tambah Riyatno.

Pada Rabu, 16 Maret 2022, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meluncurkan peta potensi investasi yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan. Peta tersebut mencakup 47 proyek dari 12 sektor pariwisata, 14 sektor kawasan ekonomi, 15 sektor industri manufaktur, dan enam sektor infrastruktur, dengan total nilai investasi mencapai Rp155,2 triliun.

Riyatno berharap bahwa ke-47 proyek investasi ini dapat memberikan dampak positif dalam pencapaian 17 Sustainable Development Goals (SDGs). "Setidaknya terdapat lima tujuan SDGs yang sangat berkorelasi dengan pengembangan proyek investasi dalam peta peluang investasi," tuturnya. Kelima tujuan tersebut mencakup pengentasan kemiskinan, penciptaan kehidupan yang sehat, penyediaan pekerjaan yang layak, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.