BMKG Jelaskan Isu Megathrust: Rentetan Gempa Bisa Jadi Pendahuluan, Namun Tidak Selalu Berujung Gempa Besar
Sumber Foto: CNN Indonesia
Peta Isu

BMKG Jelaskan Isu Megathrust: Rentetan Gempa Bisa Jadi Pendahuluan, Namun Tidak Selalu Berujung Gempa Besar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan isu yang beredar mengenai rentetan gempa yang disebut-sebut sebagai penanda akan terjadinya gempa bumi besar. BMKG menyatakan bahwa di berbagai kejadian di dunia, gempa besar memang selalu didahului oleh serangkaian aktivitas gempa pendahuluan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan BMKG dapat mengidentifikasi sejumlah karakteristik yang kerap muncul pada aktivitas gempa pendahuluan.

Karakteristik gempa pendahuluan menurut BMKG

  • Terjadi di zona dengan nilai B-value rendah. Daryono menjelaskan, B-value yang rendah menandakan suatu zona masih menyimpan tegangan tinggi sehingga berpotensi terjadi gempa besar.

  • Ada percepatan migrasi hiposenter dan gempa berulang. BMKG mengidentifikasi fenomena migrasi percepatan titik hiposenter yang semakin cepat menuju titik inisiasi lokasi estimasi gempa utama. Selain itu, terdapat pula repeating earthquakes, yakni gempa yang berulang-ulang di segmen subduksi yang sama.

Daryono menyebut, secara sederhana karakteristik tersebut menggambarkan adanya proses yang makin intensif sebelum muncul gempa utama (main shock).

Ia mengibaratkan proses itu seperti saat mematahkan kayu: mula-mula muncul retakan kecil, sebelum akhirnya kayu benar-benar patah.

BMKG: Klaster aktif tidak selalu berujung gempa besar

Sebelumnya, Daryono menyampaikan hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya klaster yang mengalami peningkatan aktivitas seismik mencolok. Klaster itu berada di zona selatan Bali dan Banyuwangi, zona Cilacap dan Pangandaran, serta Selat Sunda.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa rentetan gempa belum tentu merupakan gempa pendahuluan dari gempa besar utama. Menurutnya, tidak semua klaster aktif akan berujung pada gempa besar, meskipun setiap gempa besar selalu didahului serangkaian aktivitas gempa pendahuluan.