BMKG Peringatkan Potensi Gempa Megathrust di Indonesia dan Pentingnya Mitigasi
Jakarta - Isu mengenai potensi gempa megathrust di Indonesia kembali mencuat ke permukaan. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengungkapkan bahwa gempa dari dua zona megathrust, yaitu Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut, berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Kedua zona ini sudah lebih dari dua abad tidak mengalami aktivitas gempa yang signifikan, yang dikenal sebagai seismic gap.
BMKG menekankan bahwa meskipun potensi gempa besar ini ada, mereka belum dapat memprediksi kapan bencana tersebut akan terjadi. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan dampak dari megathrust. "Isu megathrust bukan hal baru, tetapi kami ingin mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berbicara, tetapi juga melakukan tindakan mitigasi," ujar Dwikorita.
Langkah Antisipasi BMKG
Dwikorita menjelaskan bahwa BMKG telah mengambil berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi megathrust. Berikut adalah beberapa langkah yang telah dilakukan:
- Pemasangan Sensor Peringatan Dini: BMKG telah menempatkan sensor-sensor sistem peringatan dini tsunami, InaTEWS, yang mengarah ke zona-zona megathrust. Sistem ini dirancang untuk memitigasi dampak dari gempa dan tsunami.
- Edukasi Masyarakat: BMKG aktif melakukan edukasi kepada masyarakat lokal dan internasional. Salah satu bentuknya adalah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastruktur mitigasi, seperti jalur evakuasi dan sistem peringatan dini.
- Pemeriksaan Sistem Peringatan Dini: BMKG rutin memeriksa sistem peringatan dini yang telah dihibahkan kepada pemerintah daerah. Dwikorita menyebutkan bahwa pemeliharaan sirine peringatan tsunami menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dan mereka melakukan tes bulanan untuk memastikan fungsinya.
- Penyebarluasan Informasi: BMKG juga berupaya untuk menyebarluaskan informasi terkait peringatan dini bencana. Kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi salah satu cara untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tepat waktu.
Dengan berbagai langkah yang diambil, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap potensi gempa megathrust yang mungkin terjadi di masa depan.




