BTN Rayakan 76 Tahun dengan Inovasi Digital dan Komitmen Lingkungan
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN baru saja menggelar ulang tahun ke-76 pada 9 Februari 2026. Dalam perjalanan panjang ini, BTN terus bertransformasi menjadi semakin inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Inovasi Digital
Inovasi digital perseroan hadir melalui Super App bale by BTN, yang diluncurkan secara resmi pada 9 Februari 2025. Inovasi hasil transformasi dari BTN Mobile ini mendapatkan sambutan publik yang luar biasa. Dengan fasilitas yang lengkap, terintegrasi, dan mudah diakses, penggunanya pun meningkat tajam. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna bale by BTN tumbuh 66,1 persen (year-over-year/yoy) menjadi 3,7 juta pengguna.
bale by BTN punya kelebihan yang tidak dimiliki aplikasi bank lain. Di bale by BTN, nasabah tidak hanya bisa melakukan transaksi berupa transfer, membayar tagihan, membeli voucher, atau mengisi e-wallet, tapi juga bisa mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Cukup melalui aplikasi, nasabah bisa mendapatkan rumah impian. Tentu dengan syarat-syarat dan dokumen yang lengkap.
Meningkatnya jumlah pengguna ini mendorong lonjakan transaksi di bale by BTN. Sepanjang 2025, transaksi di bale by BTN naik 79,2 persen yoy menjadi 2,2 miliar transaksi. “Nilai transaksi menembus Rp 103,6 triliun, naik 27,7 persen yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp 81,1 triliun,” terang Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo, dalam konferensi pers Paparan Kinerja Tahun 2025, di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Saldo pengguna bale by BTN juga terus meningkat, dengan kontribusi sebesar Rp 22,8 triliun terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga akhir 2025, naik 15,3 persen yoy. Oni menjelaskan, rata-rata saldo pengguna yang lebih tinggi membantu mendorong pertumbuhan dana murah perseroan. Digitalisasi ini sekaligus mempertegas langkah BTN memperluas bisnis beyond mortgage agar tidak hanya bertumpu pada pembiayaan perumahan.
Inovasi digital lainnya adalah hadirnya BTN Digital Store. Saat ini, sudah ada 24 BTN Digital Store di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
BTN Digital Store menjadi kantor cabang digital, yang menggantikan fungsi teller dan customer service konvensional. Di BTN Digital Store, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi secara mandiri. Bahkan bisa membuka rekening baru dan mengganti kartu debit hanya dalam waktu 3–5 menit.
Semakin Inklusif
BTN berkomitmen menjadi lembaga keuangan yang inklusif sehingga dapat diakses semua orang. Komitmen tersebut salah satunya dilaksanakan melalui program BTN Festiversary 2026, yang menghadirkan berbagai promo pembiayaan dan transaksi bagi nasabah baru maupun nasabah eksisting.
Dalam promo ini, BTN menawarkan suku bunga spesial KPR dan Kredit Agunan Rumah (KAR) mulai 2,65 persen, disertai diskon biaya administrasi dan provisi hingga 76 persen. Program ini berlaku dari 9 sampai 28 Februari 2026.
“BTN berkomitmen untuk terus memberikan solusi finansial masyarakat yang komprehensif, sehingga menghadirkan pengalaman perbankan terbaik melalui inovasi produk dan layanan yang memberikan nilai tambah bagi nasabah,” ungkap Corporate Secretary BTN Ramon Armando.
Inklusivitas perseroan lainnya terlihat dari penyelenggaraan ajang olahraga BTN RUN 2026. Pendaftaran ajang ini telah dibuka sejak 13 Februari 2026 melalui bale by BTN dan pada 18 Februari melalui btnrun.com. Ajang ini akan digelar di Ancol pada 29 Maret 2026 dengan menargetkan 7.600 peserta. Semua orang boleh daftar di ajang ini.
"Lari adalah olahraga inklusif yang bisa diikuti semua orang. Lewat berbagai ajang lari yang BTN laksanakan, termasuk BTN RUN, kami ingin menjadi lembaga keuangan yang inklusif dan dapat diakses oleh semua orang," terang Ramon.
Peduli Lingkungan
Dari sisi lingkungan, BTN memperkuat langkah berkelanjutan melalui pembiayaan rumah rendah emisi. Perseroan menargetkan pembiayaan 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun ini, setelah sebelumnya membiayai sekitar 11.000 unit hingga akhir 2025. Adapun target jangka panjang pembiayaan mencapai 200.000 unit hingga 2030.
“Kami terus mendorong pembiayaan rumah rendah emisi sebagai bagian dari komitmen BTN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, saat meninjau pembangunan rumah rendah emisi yang dibiayai perseroan, di Mutiara Gading City, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).
Rumah rendah emisi ini dibangun dengan bahan-bahan ramah lingkungan seperti bata, genteng, paving block yang diolah dari sampah yang sudah tidak dapat diurai. Kemudian, tidak membutuhkan banyak pencahayaan, karena punya jendela yang ukurannya dua pertiga dari dinding. Sedangkan penggunaan listriknya diupayakan menggunakan panel surya.
“Memang investasinya agak mahal, tapi developer perlahan-lahan mulai memahami tujuannya,” terang Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu.
Perseroan juga sukses menerapkan prinsip green banking atau praktik perbankan ramah lingkungan. BTN pun menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih ESG Rating AA berdasarkan MSCI ESG Ratings pada 2025. Artinya, BTN menjadi bank paling terdepan di antara perbankan nasional dalam komitmen dan realisasi penerapan prinsip-prinsip Lingkungan Hidup, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social, and Governance/ESG).
“BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih rating AA dari MSCI karena faktor utama yang sudah clear yaitu BTN tidak membiayai sektor-sektor yang membuat langit jadi kotor,” terang Nixon.
Bentuk kepedulian lainnya terwujud melalui program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. Dalam program ini, memungkinkan nasabah KPR BTN mengumpulkan sampah rumah tangga yang akan diolah oleh startup bernama Rekosistem dan dikonversi menjadi rupiah, kemudian masuk ke tabungan debitur untuk mengurangi angsuran yang bisa mencapai 10-15 persen per bulannya.
“Kalau rata-rata cicilan KPR-nya Rp 1,2 juta per bulan, dengan mengumpulkan sampah, debitur dapat mengurangi cicilan sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu. Ini adalah bentuk waste management yang baik dan sebuah evolusi pemikiran, bagaimana kita mendorong monetisasi sampah karena sampah juga menjadi penyebab emisi karbon yang tinggi,” papar Nixon.




