Bursa Eropa Menguat di Awal Perdagangan, Sentimen Global Membaik
Sumber Foto: CNBC Indonesia
Indeks Isu

Bursa Eropa Menguat di Awal Perdagangan, Sentimen Global Membaik

Bursa Eropa Dibuka Hijau

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa menunjukkan penguatan pada sesi awal perdagangan hari Selasa, 30 Maret 2021. Peningkatan ini terjadi setelah kekhawatiran pasar di Amerika Serikat mulai mereda.

Indeks Stoxx 600, yang mencakup 600 saham utama Eropa, mengalami kenaikan sebesar 0,5% pada pembukaan. Sektor perbankan memimpin laju indeks dengan kenaikan mencapai 1,6%, menunjukkan optimisme yang menyebar di seluruh bursa Eropa.

Pergerakan Indeks Utama

Setelah 30 menit perdagangan, indeks Stoxx 600 mencatatkan kenaikan lebih lanjut, bertambah 1,8 poin atau 0,41% menjadi 429,38. Sementara itu, indeks DAX Jerman mencatat lonjakan sebesar 73,25 poin (+0,49%) ke level 14.890,97. Indeks CAC Prancis juga tercatat naik 37,2 poin (+0,62%) menjadi 6.052,72. Indeks FTSE Inggris ikut menguat dengan tambahan 36,2 poin (+0,54%) ke level 6.772,41.

Sentimen Pasar Global

Perbaikan sentimen pasar global tampak jelas setelah sebelumnya pasar mengalami kekhawatiran menyusul aksi jual besar-besaran pada saham-saham perbankan di Wall Street. Aksi jual tersebut terjadi akibat beberapa lembaga keuangan terkena margin call, yang memaksa mereka untuk menjual posisi saham.

Di pasar berjangka (futures), bursa saham AS menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average bahkan mencapai rekor baru meskipun ada tekanan yang dialami oleh beberapa hedge fund yang terpaksa menjual posisi mereka pada saham media.

Performa Saham Terkait

Beberapa saham, seperti ViacomCBS dan Discovery, mengalami penurunan signifikan pada hari Senin setelah mengalami koreksi besar selama pekan sebelumnya akibat aksi jual oleh Archegos Capital Management. Saham-saham perbankan, termasuk Credit Suisse dan Nomura, juga mengalami tekanan, dengan kinerja kuartal I-2021 mereka terpengaruh secara signifikan oleh aksi jual tersebut.

Saham Nomura yang merupakan lembaga keuangan dari Jepang mengalami penurunan hampir 3% di bursa Asia Pasifik. Para pelaku pasar kini juga akan memantau rilis indeks keyakinan konsumen untuk bulan Maret, menyusul sepinya laporan kinerja keuangan dari emiten-emiten besar di Eropa.