Bursa Saham Asia Diprediksi Melemah Akibat Ketegangan Perang Dagang AS-Eropa
Sumber Foto: Bloomberg Technoz
Indeks Isu

Bursa Saham Asia Diprediksi Melemah Akibat Ketegangan Perang Dagang AS-Eropa

Bursa saham Asia diperkirakan akan mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 21 Januari, seiring dengan dampak kerugian yang terjadi di Wall Street. Ketidakpastian terkait eskalasi konflik dagang antara Amerika Serikat dan Eropa serta gejolak di pasar obligasi Jepang telah menambah kekhawatiran di kalangan investor global.

Kontrak berjangka untuk indeks saham di Australia, Jepang, dan Hong Kong menunjukkan penurunan setelah indeks S&P 500 mencatat kerugian signifikan, menghapus seluruh keuntungan yang diperoleh sejak awal tahun. Indeks Nasdaq 100 mengalami penurunan sebesar 2,1%, sementara indeks volatilitas VIX melonjak di atas angka 20 untuk pertama kalinya sejak bulan November.

Di sisi lain, harga emas melonjak mencapai rekor tertinggi, didorong oleh meningkatnya permintaan akan aset yang dianggap aman di tengah ketidakpastian pasar.

Imbal hasil obligasi AS dengan tenor panjang juga mengalami peningkatan, mencapai level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Hal ini dipicu oleh aksi jual obligasi di Jepang serta langkah dana pensiun Denmark yang berencana untuk menarik diri dari surat utang AS (Treasury). Kondisi ini turut menyebabkan nilai dolar AS mengalami penurunan yang signifikan, mencatat dua hari terburuk dalam sebulan terakhir.

Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, termasuk ancaman tarif kepada negara-negara Eropa yang menolak usulannya untuk membeli Greenland, memaksa para investor untuk mempertimbangkan kembali stabilitas AS sebagai tempat perlindungan yang aman.

Berita Terkait

  • Wall Street Bergejolak, Catat Rekor Terburuk Sejak April 2025
  • Trump Koar-koar Lagi Soal Greenland, Klaim Uni Eropa Akan Melunak
  • Deretan Dampak Tekanan Tarif Donald Trump ke Benua Eropa