Bursa Transfer BRI Super League: Shayne Pattynama ke Persija dan Geliat Persis Solo
BLITAR - Persaingan kasta tertinggi sepak bola tanah air dipastikan semakin memanas pada paruh kedua musim ini. Update transfer pemain resmi putaran kedua BRI Super League 2025/2026 menunjukkan manuver agresif dari sejumlah klub besar yang ingin memperbaiki posisi di klasemen. Salah satu kabar yang paling menyita perhatian publik adalah kembalinya bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, ke kompetisi domestik untuk memperkuat Persija Jakarta.
Langkah Macan Kemayoran mendatangkan Shayne Pattynama dianggap sebagai salah satu rekrutan paling fenomenal dalam transfer pemain resmi kali ini. Pemain kelahiran 11 Agustus 1998 tersebut resmi bergabung setelah musim lalu memperkuat klub raksasa Thailand, Buriram United. Dengan nilai pasar mencapai Rp6,08 miliar, kehadiran pemain bertinggi 1,85 meter ini diharapkan mampu menjadi solusi permanen di sektor bek kiri Persija Jakarta yang sempat menjadi titik lemah di putaran pertama.
Tidak hanya Persija, geliat transfer pemain resmi juga terlihat sangat aktif di kubu Persis Solo. Tim kebanggaan warga Surakarta ini resmi memperkenalkan Miroslav Maricic sebagai jenderal lapangan tengah yang baru. Pemain berkebangsaan Serbia berusia 27 tahun ini didatangkan dengan status bebas transfer dengan nilai pasar sekitar Rp3,48 miliar. Maricic diproyeksikan untuk menambah kreativitas serangan Laskar Sambernyawa yang tengah berjuang menjauh dari zona degradasi.
Eksodus Pemain Bintang dan Efek Domino di Lini Pertahanan
Pergerakan transfer kali ini juga melibatkan perpindahan pemain antarklub lokal yang cukup mengejutkan. Yusuf Meilana, yang selama delapan tahun menjadi ikon sekaligus legenda hidup Persik Kediri, secara resmi memutuskan untuk hijrah. Bek kiri lincah ini bergabung dengan Bali United FC dengan status pinjaman. Kepindahan Yusuf ke Serdadu Tridatu dengan nilai pasar Rp3,48 miliar menandai ambisi besar Stefano Cugurra untuk mempertebal kedalaman skuad di sektor pertahanan.
Sebagai gantinya, lini depan beberapa klub juga mengalami perombakan. Muhammad Kadapi yang sebelumnya membela Persik Kediri, kini resmi berseragam Borneo FC. Striker berusia 28 tahun ini diharapkan bisa menjadi pelapis sekaligus mesin gol baru bagi Pesut Etam. Di sisi lain, Semen Padang FC juga tak mau kalah dengan mengamankan tanda tangan Maikon de Sousa Silva. Pemain sayap asal Brasil yang musim lalu membela Borneo FC ini diboyong ke Padang dengan nilai pasar Rp4,78 miliar untuk mempertajam serangan dari sisi sayap.
Gebrakan Pemain Asing Baru dan Amunisi Liga 2
Dewa United FC juga membuat gebrakan dengan mendatangkan Noah Sadaoui. Pemain sayap asal Maroko yang memiliki rekam jejak mentereng di Liga India bersama Kerala Blasters FC ini menjadi rekrutan asing yang paling dinantikan. Dengan nilai pasar fantastis mencapai Rp10,3 miliar, Noah Sadaoui diprediksi akan menjadi salah satu pemain asing paling berbahaya di putaran kedua BRI Super League musim ini.
Selain nama-nama besar di kasta tertinggi, pergerakan transfer juga merambah ke klub-klub ambisius lainnya. Persis Solo kembali menambah amunisi dengan mendatangkan Yabes Roni dari Bali United dan Kadek Raditya dari Persebaya Surabaya. Namun, ada pula pemain yang memutuskan untuk turun kasta demi menit bermain, seperti Siddiq Saimima dan Aranta Purba yang resmi meninggalkan Persis Solo untuk bergabung dengan klub Liga 2, Garuda Yaksa FC.
Menariknya, bursa transfer kali ini juga mencatatkan kembalinya Paulo Ricardo ke kasta tertinggi Indonesia. Bek tengah asal Brasil yang memiliki postur menjulang 1,87 meter ini resmi menyusul Shayne Pattynama ke Persija Jakarta. Sementara itu, Persebaya Surabaya memperkuat lini tengah mereka dengan mendatangkan Pedro Matos dari Semen Padang FC untuk mengisi slot gelandang serang.
Dengan ditutupnya jendela transfer ini, peta kekuatan BRI Super League 2025/2026 dipastikan berubah drastis. Para penggemar sepak bola kini menanti apakah investasi besar yang dilakukan klub-klub ini akan membuahkan hasil manis di akhir musim nanti.




