Era Baru Kesehatan: Dari Pengobatan ke Pencegahan dengan Personalized Medicine
Sumber Foto: indoposco.id
Sosial

Era Baru Kesehatan: Dari Pengobatan ke Pencegahan dengan Personalized Medicine

Healthy Talk bertepatan dengan perayaan Imlek 2026 membahas soal personalized medicine di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur baru-baru ini. Foto: Dokumentasi pribadi

Share on Facebook Share on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ilmu kedokteran dunia kini memasuki era personalized medicine. Dalam era baru ini, sistem pencegahan dan terapi kesehatan dirancang khusus sesuai dengan profil biologis unik setiap individu.

Personalized medicine merupakan pendekatan medis modern yang menyesuaikan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan berdasarkan profil genetik, lingkungan, serta gaya hidup unik setiap individu.

Baca Juga:

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Dokter spesialis forensik Jefman Efendi Marzuki HY, mengatakan pemeriksaan genomik kini tidak lagi sebatas penelitian atau teknologi masa depan. Menurutnya, tes genetik sudah mulai berperan membantu masyarakat memahami risiko penyakit sebelum gejala muncul.

“Dengan pemeriksaan genomik, seseorang dapat mengetahui kecenderungan risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik. Ini membuka peluang intervensi dini yang jauh lebih efektif,” kata Jefman, dalam sesi Healthy Talk pada perayaan Imlek, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Ia menambahkan, pendekatan kesehatan modern kini beralih dari kuratif menjadi preventif. Artinya, masyarakat tidak lagi menunggu sakit untuk memeriksakan diri, melainkan mulai memanfaatkan teknologi untuk menjaga kesehatan sejak awal.

Fenomena itu turut mendorong transformasi layanan laboratorium medis. Direktur Bisnis Laboratorium Medis CITO Badru Rochmat, menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama evolusi layanan kesehatan.

Menurut Badru, masyarakat modern menuntut layanan yang lebih cepat, personal, dan berbasis teknologi digital.

“Kebutuhan pasien kini berubah. Mereka ingin layanan yang akurat, praktis, dan relevan dengan kebutuhan nyata,” ucapnya.

Badrun menegaskan integrasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan layanan digital, menjadi langkah penting untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di masa depan. (dan)

Tags: forensik Jefman Efendi Marzuki HY kesehatan medis

Berita Terkait.

Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22

Gaya Hidup

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

Sabtu, 11 April 2026 - 02:18

Gaya Hidup

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Jumat, 10 April 2026 - 23:25

Gaya Hidup

HyunA Resmi Berpisah dengan Agensi AT AREA

Jumat, 10 April 2026 - 21:03

Gaya Hidup

Komedian Lee Jin Ho Dirawat di RS usai Pingsan Akibat Pendarahan Otak

Jumat, 10 April 2026 - 05:41

Gaya Hidup

Grup Band Korea Selatan Xdinary Heroes Umumkan Rangkaian Pemberhentian Tur di Eropa

Jumat, 10 April 2026 - 03:09