Gubernur Sumbar Desak Percepatan Transfer Dana TKD untuk Pemulihan Pascabencana
KONGKRIT.COM – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meminta dukungan Komisi II DPR RI agar dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Sumatera Barat yang batal dipotong dapat segera ditransfer oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Permintaan tersebut disampaikan Mahyeldi dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Auditorium Gubernuran, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan bahwa percepatan distribusi TKD sangat krusial untuk mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar.
“Sebagai daerah terdampak bencana, kami membutuhkan dukungan anggaran untuk pemulihan dan rehabilitasi-rekonstruksi. Kami berharap dana TKD yang tidak jadi dipotong itu segera dikirim ke daerah, termasuk petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) agar pemanfaatannya tidak keliru,” ujar Mahyeldi.
Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi memaparkan kondisi lapangan pascabencana yang berdampak langsung pada 16 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Berdasarkan pendataan sementara, total kerusakan dan kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp33,5 triliun.
Ia juga mengungkapkan data korban terdampak, yakni:
Menurutnya, skala dampak tersebut membutuhkan intervensi fiskal yang cepat dan terukur dari pemerintah pusat.
Sebagai bentuk transparansi, Pemerintah Provinsi Sumbar menyediakan sistem pendataan berbasis digital melalui dashboard satu data kebencanaan yang dapat diakses publik. Platform tersebut memuat informasi terkait dampak, kerusakan, serta progres penanganan bencana.
“Kami membuka data secara transparan agar publik dan pemerintah pusat dapat memantau langsung perkembangan penanganan bencana di Sumbar,” kata Mahyeldi.
Editor :




