IHSG Anjlok Lebih dari 5% Dipicu Isu Pengunduran Diri Sri Mulyani dan Sentimen Pasar Global
Sumber Foto: Liputan6.com
Indeks Isu

IHSG Anjlok Lebih dari 5% Dipicu Isu Pengunduran Diri Sri Mulyani dan Sentimen Pasar Global

Jakarta, 18 Maret 2025 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam lebih dari 5% pada perdagangan hari ini, dengan catatan penurunan mencapai 6,12% dan berada di level 6.076,08 saat berita ini ditulis. Penurunan tersebut membuat perdagangan saham dihentikan sementara atau trading halt setelah IHSG turun melewati batas penurunan yang ditetapkan.

Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan saham yang dilakukan bursa ketika IHSG mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan ketentuan terbaru, trading halt diterapkan selama 30 menit jika IHSG turun lebih dari 5%. Jika penurunan berlanjut dan mencapai lebih dari 10%, trading halt dapat diperpanjang, dan jika penurunan mencapai lebih dari 15%, bursa dapat memutuskan untuk melakukan trading suspend.

Menurut pengamat pasar modal dari Panin Sekuritas, Reydi, penurunan IHSG hari ini cukup tajam untuk ukuran indeks saham. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penurunan ini, di antaranya adalah ketidakpastian di pasar menjelang keputusan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) yang diprediksi akan ditahan di level 4,25-4,5% pada pertemuan tanggal 19 Maret 2025.

Reydi menambahkan bahwa investor cenderung memilih untuk mengamankan dananya di instrumen investasi dengan risiko rendah, terutama ketika suku bunga tetap tinggi. Kekhawatiran juga muncul terkait potensi adanya tarif tambahan pada kebijakan perdagangan AS setelah keputusan suku bunga tersebut.

Di sisi lain, data menunjukkan bahwa investor asing masih melakukan penjualan bersih di pasar saham Indonesia, dengan total penjualan mencapai Rp 848 miliar yang banyak terjadi di sektor perbankan.

Isu Pengunduran Diri Sri Mulyani

Isu lain yang turut memengaruhi pergerakan IHSG adalah kabar mengenai pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Reydi mengungkapkan bahwa berita ini telah menjadi perhatian di kalangan investor. Meskipun isu tersebut sempat santer terdengar, pengunduran diri Sri Mulyani belum dikonfirmasi secara resmi dan sudah ada penyangkalan meskipun belum ada pernyataan resmi yang menyusul.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, investor diharapkan dapat tetap waspada dan mengikuti perkembangan lebih lanjut terkait kondisi pasar dan kebijakan yang diambil oleh otoritas terkait.