IHSG Melesat ke 9.056 pada Perdagangan Kamis Pagi, Bursa Asia Menguat
Sumber Foto: kontan.co.id
Indeks Isu

IHSG Melesat ke 9.056 pada Perdagangan Kamis Pagi, Bursa Asia Menguat

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi, 22 Januari 2026, sejalan dengan pergerakan positif bursa global.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa pada pukul 09.17 WIB, IHSG naik sebesar 0,52%, atau setara dengan 46,421 poin, mencapai level 9.056,751. Dalam perdagangan tersebut, tercatat 355 saham mengalami kenaikan, 185 saham mengalami penurunan, dan 155 saham stagnan.

Total volume perdagangan mencapai 8,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,6 triliun.

Penguatan Sektoral

Sebanyak delapan indeks sektoral turut mendukung penguatan IHSG pada pagi ini. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah:

  • IDX-Industry: +1,30%
  • IDX-Cyclic: +1,04%
  • IDX-Infra: +1,01%

Pergerakan Saham

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di indeks LQ45 antara lain:

  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 5% menjadi Rp 2.100
  • PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik 3,41% menjadi Rp 6.825
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 3,28% menjadi Rp 108.500

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar adalah:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,28% menjadi Rp 4.130
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 2,42% menjadi Rp 3.230
  • PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) turun 1,06% menjadi Rp 1.405

Bursa Asia-Pasifik Menguat

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik juga menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini. Bursa Korea Selatan menjadi yang terdepan dengan indeks Kospi melonjak 1,81% dan berhasil menembus level psikologis 5.000. Saham-saham produsen baterai seperti Samsung SDI mencatatkan kenaikan 13,27%, diikuti oleh konglomerasi Doosan yang naik 9%, serta saham Samsung Electronics yang menguat 3,14%. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga naik 1,5%.

Peningkatan pasar saham Korea Selatan terjadi meskipun data ekonomi menunjukkan kontraksi, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) menyusut 0,3% secara kuartalan pada periode Oktober hingga Desember, yang merupakan kontraksi terdalam sejak 2022.

Sentimen pasar semakin membaik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan di forum World Economic Forum (WEF) di Davos bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, meredakan kekhawatiran akan potensi konflik geopolitik.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,72%, sedangkan indeks Topix naik 0,97%. Data perdagangan Desember menunjukkan pertumbuhan ekspor Jepang sebesar 5,1%, meskipun lebih rendah dari ekspektasi analis.

Indeks Hang Seng di Hong Kong juga naik 0,6%, dan indeks CSI 300 di China daratan menguat 0,67%. Bursa Australia mencatatkan kenaikan dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,68% setelah sebelumnya mengalami koreksi.

Pengaruh Wall Street

Peningkatan pasar Asia ini mengikuti reli di Wall Street, di mana indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,21%, indeks S&P 500 naik 1,16%, dan Nasdaq Composite menguat 1,18% pada perdagangan sebelumnya.