IHSG Turun 1,54 Persen, Investor Waspadai Isu Covid-19
Sumber Foto: KabarBursa.com
Indeks Isu

IHSG Turun 1,54 Persen, Investor Waspadai Isu Covid-19

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan pada hari ini, Senin, 2 Juni 2025. IHSG ditutup melemah 110,75 poin atau 1,54 persen, berada di level 7.065,07.

Selama sesi perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi harian di 7.152,91 dan terendah di 7.035,84. Indeks dibuka pada posisi 7.134,49 namun langsung menunjukkan tren negatif.

Total volume transaksi di seluruh pasar mencapai 257,34 juta lot dengan nilai mencapai Rp20,93 triliun dari 1,43 juta kali transaksi. Di pasar reguler, volume tercatat sebesar 241,71 juta lot dengan nilai perdagangan Rp16,53 triliun.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp71,4 miliar di pasar reguler. Total pembelian oleh investor asing mencapai Rp10,2 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp10,3 triliun. Porsi transaksi investor asing tercatat sebesar 52,30 persen, sementara investor domestik sebesar 47,70 persen.

Saham dengan Kenaikan dan Penurunan Terbesar

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar hari ini antara lain:

  • PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) dari sektor infrastruktur, naik 34,41 persen ke harga Rp125.
  • PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) dari sektor basic industry, naik 32,43 persen ke level Rp147.
  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dari sektor energi, naik 25,00 persen ke harga Rp390.
  • PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dari sektor kesehatan, naik 22,43 persen ke posisi Rp655.
  • PT Phapros Tbk (PEHA) dari sektor kesehatan, naik 22,30 persen ke harga Rp340.

Di sisi lain, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam adalah:

  • PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) dari sektor industri, turun 14,75 persen ke level Rp416.
  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dari sektor energi, turun 14,66 persen ke posisi Rp815.
  • PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) dari sektor energi, turun 14,41 persen ke harga Rp202.
  • PT Tanah Laut Tbk (INDX) dari sektor transportasi, melemah 13,98 persen ke Rp80.
  • PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dari sektor non-cyclical, turun 12,58 persen ke Rp264.

Pelemahan Sektor dan Sentimen Pasar

Secara sektoral, pelemahan terdalam terjadi di sektor keuangan yang turun 1,80 persen, diikuti oleh sektor transportasi yang melemah 1,50 persen, dan sektor industri yang turun 1,27 persen. Sektor teknologi juga mengalami koreksi sebesar 1,30 persen, sementara sektor infrastruktur dan properti masing-masing turun 0,97 persen dan 1,16 persen. Sebaliknya, sektor basic industry menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan kenaikan, yaitu sebesar 0,59 persen.

Indri Liftiany Travelin Yunus, Retail Equity Analyst dari Indo Premier Sekuritas (IPOT), menyatakan bahwa para pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati dalam membuat keputusan, mengingat perdagangan dalam sepekan ke depan hanya berlangsung selama empat hari karena libur Hari Raya Iduladha. Selain itu, isu tentang wabah Covid-19 yang kembali mencuat juga diperkirakan mempengaruhi fluktuasi pasar.

Para pelaku pasar juga sedang menantikan rilis serangkaian data ekonomi, termasuk Non-Farm Payrolls, yang menjadi salah satu indikator utama bagi The Fed dalam menentukan kebijakan mereka ke depan.